KURIKULUM SMPN 1 Dusun Selatan

BAB I

PENDAHULUAN

 Rasional

Kurikulum menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, ada dua dimensi kurikulum, yang pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

Dalam pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan di SMP Negeri 1 Dusun Selatan menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 untuk kelas IX dan KTSP Kurikulum 2013 untuk kelas VII dan VIII , Kementerian Pendidikan Nasional telah menetapkan kerangka dasar Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Kompetensi (SK), dan Kompetensi Dasar (KD) KTSP dan Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan silabus untuk Kurikulum 2013.

KTSP dan Kurikulum 2013 merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Pengembangannya di SMP Negeri 1 Dusun Selatan didasari potensi daerah, atau karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat dari peserta didik.

Khusus Kurikulum 2013 SMPN 1 Dusun Selatan sebagai sekolah sasaran Implementasi dilaksanakan mulai tahun ajaran 2014/2015 dengan memenuhi kedua dimensi.

Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan faktor-faktor sebagai berikut:

  1. Tantangan Internal

Tantangan internal antara lain terkait dengan kondisi pendidikan dikaitkan dengan tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.

Tantangan internal lainnya terkait dengan perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif. Saat ini jumlah penduduk Indonesia usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak dari usia tidak produktif (anak-anak berusia 0-14 tahun dan orang tua berusia 65 tahun ke atas). Jumlah penduduk usia produktif ini akan mencapai puncaknya pada tahun 2020-2035 pada saat angkanya mencapai 70%. Oleh sebab itu tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana mengupayakan agar sumberdaya manusia usia produktif yang melimpah ini dapat ditransformasikan menjadi sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi dan keterampilan melalui pendidikan agar tidak menjadi beban.

  1. Tantangan Eksternal

Tantangan eksternal antara lain terkait dengan arus globalisasi dan berbagai isu yang terkait dengan masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi dan informasi, kebangkitan industri kreatif dan budaya, dan perkembangan pendidikan di tingkat internasional. Arus globalisasi akan menggeser pola hidup masyarakat dari agraris dan perniagaan tradisional menjadi masyarakat industri dan perdagangan modern seperti dapat terlihat di World Trade Organization (WTO), Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) Community, Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), dan ASEAN Free Trade Area (AFTA). Tantangan eksternal juga terkait dengan pergeseran kekuatan ekonomi dunia, pengaruh dan imbas teknosains serta mutu, investasi, dan transformasi bidang pendidikan. Keikutsertaan Indonesia di dalam studi International Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Program for International Student Assessment (PISA) sejak tahun 1999 juga menunjukkan bahwa capaian anak-anak Indonesia tidak menggembirakan dalam beberapa kali laporan yang dikeluarkan TIMSS dan PISA. Hal ini disebabkan antara lain banyaknya materi uji yang ditanyakan di TIMSS dan PISA tidak terdapat dalam kurikulum Indonesia.

  1. Penyempurnaan Pola Pikir

Kurikulum 2013 dikembangkan dengan penyempurnaan pola pikir sebagai berikut:

  1. pola pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat pada peserta didik. Peserta didik harus memiliki pilihan-pilihan terhadap materi yang dipelajari untuk memiliki kompetensi yang sama;
  2. pola pembelajaran satu arah (interaksi guru-peserta didik) menjadi pembelajaran interaktif (interaktif guru-peserta didik-masyarakat-lingkungan alam, sumber/media lainnya);
  3. pola pembelajaran terisolasi menjadi pembelajaran secara jejaring (peserta didik dapat menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana saja yang dapat dihubungi serta diperoleh melalui internet);
  4. pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran aktif-mencari (pembelajaran peserta didik aktif mencari semakin diperkuat dengan model pembelajaran pendekatan sains);
  5. pola belajar sendiri menjadi belajar kelompok (berbasis tim);
  6. pola pembelajaran alat tunggal menjadi pembelajaran berbasis alat multimedia;
  7. pola pembelajaran berbasis massal menjadi kebutuhan pelanggan (users) dengan memperkuat pengembangan potensi khusus yang dimiliki setiap peserta didik;
  8. pola pembelajaran ilmu pengetahuan tunggal (monodiscipline) menjadi pembelajaran ilmu pengetahuan jamak (multidisciplines); dan
  9. pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran kritis.
  1. Penguatan Tata Kelola Kurikulum

Pelaksanaan kurikulum selama ini telah menempatkan kurikulum sebagai daftar matapelajaran.Pendekatan Kurikulum 2013 untuk Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah diubah sesuai dengan kurikulum satuan pendidikan. Oleh karena itu dalam Kurikulum 2013 dilakukan penguatan tata kelola sebagai berikut:

  1. tata kerja guru yang bersifat individual diubah menjadi tata kerja yang bersifat kolaboratif.
  2. penguatan manajeman sekolah melalui penguatan kemampuan manajemen kepala sekolah sebagai pimpinan kependidikan (educational leader); dan
  3. penguatan sarana dan prasarana untuk kepentingan manajemen dan proses pembelajaran.
  1. Penguatan Materi

Penguatan materi dilakukan dengan cara pendalaman dan perluasan materi yang relevan bagi peserta didik.

Diberlakukannya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pengelolaan pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan kondisi daerah harus segera dilaksanakan.

Satuan pendidikan merupakan pusat pengembangan budaya. KTSP dan Kurikulum 2013 mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa sebagai satu kesatuan kegiatan pendidikan yang terjadi di sekolah. Nilai-nilai yang dimaksud di antaranya: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial dan lingkungan, serta tanggung jawab. Nilai-nilai melingkupi dan terintegrasi dalam seluruh kegiatan pendidikan sebagai budaya sekolah.

Saat ini pendidikan nasional menghadapi berbagai tantangan yang amat berat khususnya dalam upaya menyiapkan kualitas sumber daya manusia yang bukan saja untuk menjadi produktif melainkan juga berpedoman pada kelakuan manusia dan masyarakat. Untuk menjadi produktif, manusia tidak hanya perlu dibekali dengan kemampuan dalam menguasai bidang-bidang keahlian, keterampilan dalam iptek tetapi juga dengan berbagai nilai dan sikap sebagai panduan bagi perilakunya, dan sebagai landasan semangat untuk berkarya. Berbagai tata nilai yang mempedomani kelakuan manusia tersebut bersumber dari suatu sistem yang disebut pendidikan budaya dan karakter bangsa.

Pendidikan budaya dan karakter bangsa terdiri atas konsepsi-konsepsi yang hidup dalam alam-pikiran warga suatau masyarakat mengenai hal-hal yang mereka anggap amat bernilai dalam kehidupan. Karenanya, pendidikan budaya dan karakter bangsa ini senantiasa dijadikan pedoman tertinggi bagi kelakuan manusia dan masyarakat.

Pendidikan budaya dan karakter bangsa ini mengatur berbagai tata kelakuan manusia yang pada tingkatan lebih konkret berwujud aturan-aturan khusus, hukum, norma, adat kebiasaan dalam berbagai bidang kehidupan sosial manusia yang memiliki pengaruh yang sangat kuat dan mengakar pada suatu sikap mental (mental attitude) manusia secara perorangan dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari.

Sikap mental sebagai unsur penggerak dari berbagai jenis dan bentuk kelakuan manusia dapat diartikan sebagai keadaan mental dalam jiwa dari diri seorang individu untuk memberikan reaksi terhadap lingkungan, baik lingkungan sosial maupun lingkungan alam. Sikap mental itu sendiri belum merupakan konsep yang berujud tetapi masih merupakan predisposisi dari berbagai kelakuan atau tindakan manusia yang disebut mentalitas manusia. Kelakuan manusia tersebut dipengaruhi secara langsung oleh keseluruhan dari isi serta kemampuan alam pikiran atau jiwa manusia dalam menanggapi lingkungannya. Mentalitas manusia merupakan suatu nilai budaya dan karakter yang harusnya ditumbuhkembangkan dalam diri manusia secara perorangan, dan dipedomani oleh sistem nilai budaya dan karakter yang terikat oleh struktur nilai yang mengakar dan melembaga di dalam masyarakatnya. Dalam hal ini, misalnya satuan pendidikan.

Sehingga, dalam satuan pendidikan itu terbentuk suatu sistem nilai sebagai pedoman perilaku seluruh komunitas satuan pendidikan yang paling mendasar yang merupakan orientasi nilai (value orientation) komunitas satuan pendidikan dalam kehidupan di dalam satuan pendidikan maupun di luar satuan pendidikan. Orientasi nilai adalah nilai-nilai yang dijadikan acuan atau rujukan bagi seluruh komunitas satuan pendidikan untuk berpikir dan bertindak dalam rangka mencapai tujuan satuan pendidikan bersangkutan, baik secara perorangan maupun kolektif.

Nilai-nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa:

  1. Religius
  2. Jujur
  3. Toleransi
  4. Disiplin
  5. Kerja Keras
  6. Kreatif
  7. Mandiri
  8. Demokratis
  9. Rasa Ingin Tahu
  10. Semangat Kebangsaan
  11. Cinta Tanah Air
  12. Menghargai Prestasi
  13. Bersahabat/Komuniktif
  14. Cinta Damai
  15. Gemar Membaca
  16. Peduli Lingkungan
  17. Peduli Sosial
  18. Tanggung-jawab

Kedelapan belas butir nilai tersebut diintegrasikan pada semua mata pelajaran dengan intensitas penanaman lebih dibandingkan penanaman nilai-nilai lainnya.

Orientasi nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada hakikatnya menguraikan lima masalah pokok dalam kehidupan sistem persatuan pendidikan maupun kemasyarakatan, yaitu nilai yang berkaitan dengan permasalahan tentang: hakikat hidup manusia; karya manusia; kedudukan manusia dalam ruang dan waktu; hubungan manusia dengan alam dan sekitarnya; dan hubungan manusia dengan sesamanya. Tingkat orientasi komunitas masing-masing satuan pendidikan atau masyarakat yang dilandasi nilai-nilai budaya dan karakter bangsa tertentu, berbeda dengan satuan pendidikan atau masyarakat lainnya yang dilandasi oleh orientasi nilai-nilai yang lain. Oleh karena itu, tingkatan orientasi nilai-nilai yang diyakini komunitas satuan pendidikan atau masyarakat sesungguhnya dapat dirubah, diarahkan, dan dibudayakan, dalam kurun waktu tertentu baik jangka pendek atau panjang, sepanjang ada kemauan dari komunitas tersebut untuk mengubah orientasi nilai budaya dan karakternya.

Terkait dengan penanaman orientasi nilai-nilai budaya dan karakter bangsa, salah satu cara yang diperlukan adalah adanya kemauan komunitas satuan pendidikan atau masyarakat untuk pemberdayaan dan pembudayaan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa di satuan pendidikan tersebut yang dilandasi dengan tekat keteladanan. Proses pemberdayaan dan pembudayaan pada dasarnya ialah suatu proses untuk melakukan reorientasi nilai-nilai budaya dan karakter bangsa lama ke arah orientasi nilai-nilai baru melalui segala aktivitas pembelajaran di satuan pendidikan baik lewat mata pelajaran, pengembangan diri maupun muatan lokal yang sesuai dengan tatanan masyarakat satuan pendidikan yang dicita-citakan bersama.

Untuk menyikapi tantangan dan harapan tersebut di atas, maka satuan pendidikan melaksanakan budaya dan karakter bangsa, kewirausahaan dan ekonomi kreatif dengan pendekatan belajar aktif senantiasa dengan sungguh-sungguh menciptakan pengelolaan pendidikan dengan diawali membuat atau menyusun kurikulum yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan sekolah.

Kebijakan pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2010-2014 telah menetapkan arah pendidikan antara lain perlu: (1) Meningkatkan kualitas pendidikan nasional yang mendukung penciptaan kreativitas dan kewirausahaan pada anak didik sedini mungkin, dan (2) Penerapan metodologi pendidikan yang tidak lagi berupa pengajaran demi kelulusan ujian (teaching to the test) namun pendidikan menyeluruh yang memperhatikan kemampuan sosial, watak budi pekerti, kecintaan terhadap budaya-bahasa Indonesia.

Pentingnya karakter positif pendidikan. Fungsi dan tujuan pendidikan nasional tertuang dalam Undang-Undang Nomor : 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3 yaitu : “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, sehat, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Secara yuridis bunyi UU tersebut mengisyaratkan bahwa pendidikan kita harus memiliki karakter positif yang kuat, artinya praktik pendidikan tidak semata berorientasi pada aspek kognitif, melainkan secara terpadu menyangkut tiga dimensi taksonomi pendidikan, yakni: kognitif (aspek intelektual : pengetahuan, pengertian, keterampilan berfikir), afektif (aspek perasaan dan emosi: minat, sikap, apresiasi, cara penyesuaian diri), dan psikomotor (aspek keterampilan motorik), serta berbasis pada karakter positif dengan berbagai indikator.

Harus diakui, pendidikan dewasa ini masih lebih mengutamakan ranah kognitif dan sedikit mengabaikan ranah yang lain. Hal ini tentunya selain bertentangan dengan UU juga bisa berdampak negatif terutama bagi peserta didik yang memiliki kecerdasan diluar kecerdasan kognitif.

Untuk terciptanya pendidikan berkaraker positif selain perlunya penyeimbangan ranah-ranah sebagaimana tersebut diatas, juga perlunya pendekatan pedagogis (seni, strategi, gaya pembelajaran) yang tepat kepada anak didik, tentunya tanpa mengabaikan nilai-nilai religious dan nilai dasar etnopedagogis (cageur, bener, pinter, singer, motekar, tur rapekan).

Hal ini selaras dengan apa yang diisaratkan dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 Ayat (2) yang ditegaskan bahwa Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Atas dasar pemikiran itu maka setiap satuan pendidikan perintisan hendaknya mengembangkan apa yang dinamakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Pengembangan KTSP mengacu pada 8 (delapan) standar nasional pendidikan bertujuan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional   pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan. Dua unsur standar nasional pendidikan, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.

  1. Landasan Pengembangan KTSP
    1. Landasan Filosofis
      1. Kurikulum 2006

Sekolah sebagai pusat pengembangan budaya tidak terlepas dari nilai-nilai budaya yang dianut oleh suatu bangsa. Bangsa Indonesia memiliki nilai-nilai budaya yang bersumber dari Pancasila, sebagai falsafah hidup berbangsa dan bernegara, yang mencakup religius, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Nilai-nilai ini dijadikan dasar filosofis dalam pengembangan kurikulum sekolah.

Sekolah sebagai bagian dari masyarakat tidak terlepas dari lokus, kewaktuan, kondisi sosial dan budaya. Kekuatan dan kelemahan dari hal-hal ini akan menjadi pertimbangan dalam penentuan Struktur Kurikulum sekolah ini.

  1. Kurikulum 2013

Landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum menentukan kualitas peserta didik yang akan dicapai kurikulum, sumber dan isi dari kurikulum, proses pembelajaran, posisi peserta didik, penilaian hasil belajar, hubungan peserta didik dengan masyarakat dan lingkungan alam di sekitarnya.

Kurikulum 2013 dikembangkan dengan landasan filosofis yang memberikan dasar bagi pengembangan seluruh potensi peserta didik menjadi manusia Indonesia berkualitas yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional.

Pada dasarnya tidak ada satupun filosofi pendidikan yang dapat digunakan secara spesifik untuk pengembangan kurikulum yang dapat menghasilkan manusia yang berkualitas.Berdasarkan hal tersebut, Kurikulum 2013 dikembangkan menggunakan filosofi sebagai berikut.

  • Pendidikan berakar pada budaya bangsa untuk membangun kehidupan bangsa masa kini dan masa mendatang. Pandangan ini menjadikan Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan budaya bangsa Indonesia yang beragam, diarahkan untuk membangun kehidupan masa kini, dan untuk membangun dasar bagi kehidupan bangsa yang lebih baik di masa depan. Mempersiapkan peserta didik untuk kehidupan masa depan selalu menjadi kepedulian kurikulum, hal ini mengandung makna bahwa kurikulum adalah rancangan pendidikan untuk mempersiapkan kehidupan generasi muda bangsa. Dengan demikian, tugas mempersiapkan generasi muda bangsa menjadi tugas utama suatu kurikulum. Untuk mempersiapkan kehidupan masa kini dan masa depan peserta didik, Kurikulum 2013 mengembangkan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan luas bagi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diperlukan bagi kehidupan di masa kini dan masa depan, dan pada waktu bersamaan tetap mengembangkan kemampuan mereka sebagai pewaris budaya bangsa dan orang yang peduli terhadap permasalahan masyarakat dan bangsa masa kini.
  • Peserta didik adalah pewaris budaya bangsa yang kreatif. Menurut pandangan filosofi ini, prestasi bangsa di berbagai bidang kehidupan di masa lampau adalah sesuatu yang harus termuat dalam isi kurikulum untuk dipelajari peserta didik. Proses pendidikan adalah suatu proses yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinya menjadi kemampuan berpikir rasional dan kecemerlangan akademik dengan memberikan makna terhadap apa yang dilihat, didengar, dibaca, dipelajari dari warisan budaya berdasarkan makna yang ditentukan oleh lensa budayanya dan sesuai dengan tingkat kematangan psikologis serta kematangan fisik peserta didik. Selain mengembangkan kemampuan berpikir rasional dan cemerlang dalam akademik, Kurikulum 2013 memposisikan keunggulan budaya tersebut dipelajari untuk menimbulkan rasa bangga, diaplikasikan dan dimanifestasikan dalam kehidupan pribadi, dalam interaksi sosial di masyarakat sekitarnya, dan dalam kehidupan berbangsa masa kini.
  • Pendidikan ditujukan untuk mengembangkan kecerdasan intelektual dan kecemerlangan akademik melalui pendidikan disiplin ilmu. Filosofi ini menentukan bahwa isi kurikulum adalah disiplin ilmu dan pembelajaran adalah pembelajaran disiplin ilmu (essentialism). Filosofi ini mewajibkan kurikulum memiliki nama matapelajaran yang sama dengan nama disiplin ilmu, selalu bertujuan untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan kecemerlangan akademik.
  • Pendidikan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan yang lebih baik dari masa lalu dengan berbagai kemampuan intelektual, kemampuan berkomunikasi, sikap sosial, kepedulian, dan berpartisipasi untuk membangun kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik (experimentalism and social reconstructivism). Dengan filosofi ini, Kurikulum 2013 bermaksud untuk mengembangkan potensi peserta didik menjadi kemampuan dalam berpikir reflektif bagi penyelesaian masalah sosial di masyarakat, dan untuk membangun kehidupan masyarakat demokratis yang lebih baik.
  1. Landasan Teoritis

Kurikulum 2013 dikembangkan atas teori “pendidikan berdasarkan standar” (standard-based education), dan teori kurikulum berbasis kompetensi (competency-based curriculum). Pendidikan berdasarkan standar menetapkan adanya standar nasional sebagai kualitas minimal warganegara yang dirinci menjadi standar isi, standarproses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Kurikulum berbasis kompetensi dirancang untuk memberikan pengalaman belajar seluas-luasnya bagi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan untuk bersikap, berpengetahuan, berketerampilan, dan bertindak.

Kurikulum 2013 menganut: (1) pembelajaan yang dilakukan guru (taught curriculum) dalam bentuk proses yang dikembangkan berupa kegiatan pembelajaran di sekolah, kelas, dan masyarakat; dan (2) pengalaman belajar langsung peserta didik (learned-curriculum) sesuai dengan latar belakang, karakteristik, dan kemampuan awal peserta didik. Pengalaman belajar langsung individual peserta didik menjadi hasil belajar bagi dirinya, sedangkan hasil belajar seluruh peserta didik menjadi hasil kurikulum.

  1. Landasan Yuridis
  1. Kurikulum 2006
  • Undang-undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat (5), Pasal 32 ayat (1);
  • Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II Pasal 3, Pasal 36 ayat (2),Pasal 38 ayat (2);
  • Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 17 ayat (1);
  • Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 22 dan 23 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah.
  • Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 6 Tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional dan nomor 24 Tahun 2006 tentang pelaksanaan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan;
  • Peraturan Mendiknas RI Nomor 18 Tahun 2007, tentang Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan;
  • Peraturan Mendiknas RI Nomor 19 Tahun 2007, tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
  • Peraturan Mendiknas RI Nomor 20 Tahun 2007, tentang Standar Penilaian;
  • Peraturan Mendiknas RI Nomor 23 Tahun 2007, tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru;
  • Peraturan Mendiknas RI Nomor 24 Tahun 2007, tentang Standar Sarana dan Prasarana;
  • Peraturan Mendiknas RI Nomor 41 Tahun 2007, tentang Standar Proses;
  1. Kurikulum 2013
  • Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
  • Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
  • Undang-undang Nomor 17 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional, beserta segala ketentuan yang dituangkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional;
  • Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
  • Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL);
  • Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses;
  • Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian;
  • Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 68 Tahun 2013 tentang Struktur kurikulum.
  • Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 81A Tahun 2013 dan lamiran nya, Tentang Implementasi Kurikulum 2013.
  • Peraturan perundang-undangan yang relevan yang diberlakukan di daerah

Tujuan Kurikulum

Penyusunan KTSP disusun dengan tujuan sebagaiberikut :

  1. KTSP disusun sebagai acuan pelaksanaan pendidikan, pembelajaran, dan penilaian di satuan pendidikan;
  2. Menyelenggarakankegiatan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik sekolah;
  3. Mendukung tujuan pendidikan nasional;
  4. Mewujudkan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan di SMP Negeri 1 Dusun Selatan yang merupakan kesepakatan bersama oleh seluruh unsur satuan pendidikan.
  1. Acuan konseptual
  2. Peningkatan iman, takwa, dan akhlak mulia;
  3. Kebutuhan kompetensi masa depan;
  4. Peningkatan potensi, kecerdasan, bakat, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik;
  5. Keragaman potensi dan karakteristik daerah serta lingkungan;
  6. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional;
  7. Tuntutan dunia kerja;
  8. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;
  9. Toleransi dan kerukunan umat beragama;
  10. Dinamika perkembangan global;
  11. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan;
  12. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat;
  13. Kesetaraan jender; dan
  14. Karakteristik satuan pendidikan.
  1. Prinsip Pengembangan Kurikulum
    1. KTSP

Pengembangan KTSP ini berpedoman pada prinsip-prinsip berikut ini.

  1. Berpusat pada potensi perkembangan kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya

Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, kepentingan peserta didik, dan tuntutan lingkungan, serta budaya dan karakter bangsa. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik.

  1. Beragam dan terpadu

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.

  1. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan seni

Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

  1. Relevan dengan kebutuhan kehidupan

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.

  1. Menyeluruh dan berkesinambungan

Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.

  1. Belajar sepanjang hayat

Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.

  1. Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhinneka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

  1. Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 dirancang dengan karakteristik sebagai berikut:

  1. mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik;
  2. sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar terencana dimana peserta didik menerapkan apa yang dipelajari di sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar;
  3. mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menerapkannya dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat;
  4. memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
  5. kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar matapelajaran;
  6. kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing elements) kompetensi dasar, dimana semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam kompetensi inti;
  7. kompetensi dasar dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antarmatapelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal).

BAB II

VISI, MISI, DAN TUJUAN SEKOLAH

 

Tujuan Pendidikan Nasional berdasarkan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 BAB II pasal 3 adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yangberiman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

 VISI

Dalam mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional, kurikulum yang disusun melakukan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi sekolah. Sekolah sebagai unit penyelenggara pendidikan memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan. Misalnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, arus globalisasi dan informasi, serta perubahan kesadaran masyarakat terhadap pendidikan yang mengintegrasikan budaya dan karakter bangsa sehingga memacu sekolah untuk merespons tantangan dan peluang. Oleh karena itu, sekolah merumuskan visi SMP Negeri 1 Dusun Selatan, yaitu Unggul dan berprestasi, berwawasan lingkungan,serta berakhlakul karimah, adapun Moto SMPN 1 Dusun Selatan ” CERDAS CERIA” (Competive, Educative, Religius, Democratice, Aplicative, Self and Confidence)

  1. Visi Unggul dan berprestasi, berwawasan lingkungan,serta berakhlakul karimah dapat dijabarkan indikator sebagai berikut.
Visi Indikator
Unggul dan berprestasi 1)      Unggul dan berprestasi dalam perolehan Ujian Nasional (UN)

2)      Unggul dalam persaingan melanjutkan ke jenjang pendidikan di atasnya

3)      Unggul dan berprestasi dalam lomba kesenian

4)      Unggul dan berprestasi dalam lomba olahraga

5)      Unggul dan berprestasidalam lomba bahasa Inggris

6)      Unggul dan berprestasi dalam karya ilmiah remaja (KIR)

7)      Unggul dan berprestasi dalam lomba kreativitas

8)      Unggul dan berprestasidalam lomba keagamaan

9)      Unggul dan berprestasidalam lomba menulis kreatif (sastra)

10)  Unggul dan berprestasi menggunakan Teknologi Informasi

Berwawasan Lingkungan 1)      Melaksanakan Pembibitan

2)      Melaksanakan Penanaman

3)      Melaksanakan Pemeliharaan

4)      Melaksanakan Pengawasan

5)      Mengurangi sampah ( Reduce )

 

Berakhlakul karimah 1)      Memberi Senyum, Sapa dan Salam.

2)      Memiliki rasa hormatdan Saling menghormati

3)      Berbicara dengan baik dan benar menurut kaidah bahasa

4)      Mengenakan pakaian sesuai dengan aturan sekolah

5)      Mewujudkan Akhlak kepada Allah, antara lain: tauhid, syukur, tawakal, mahabbah;

6)      Mewujudkan akhlak pada manusia, antara lain : kreatif, dinamis, sabar, iffah, jujur, tawadlu;

7)      Mewujudkan akhlak terhadap orang tua, antara lain: berbakti, mendoakannya, dll.;

8)      Mewujudkan hubungannya terhadap sesama atau masyarakat, antara lain: ukhuwah, dermawan, pemaaf, tasamuh;

9)      Mewujudkan hubungannya dengan alam, antara lain: merenungkan, memanfaatkan dan menjaga lingkungan dengan sebaik-baiknya

VISI MISI
Unggul dan berprestasi berwawasan lingkungan,serta berakhlakul karimah.

 

1.      Mengembangkan PAIKEM.

2.      Menumbuhkan semangat keunggulan kepada seluruh warga   sekolah

3.      Mengembangkan dan membimbing talenta peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler secara efektif.

4.      Menumbuhkan sikap gemar membaca

5.      Mengembangkan budaya bangsa yang berkarakter.

6.      Meningkatkan kecepatan dan kualitas layanan kepada publik

7.      Menerapkan manajemen berbasis ICT.

8.      Membudayakan senyum, sapa dan salam.

9.      Melaksanakan tata tertib Sekolah secara konsisten dan konsekuen

10.  Membudayakan sikap saling menghormati antar sesama

11.  Membiasakan budaya bersih dan peduli dilingkungan

12.  Membiasakan membibitkan, menanam, memelihara, dan mengawasi tanaman.

13.  Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan terhadap ajaran agama.

14.  Membiasakan berakhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

 MISI

Untuk mewujudkan visi sekolah tersebut, diperlukan suatu misi berupa kegiatan jangka panjang dengan arah yang jelas Misi SMP Negeri 1 Dusun Selatan yang disusun berdasarkan visi di atas, antara lain:

  1. Tujuan Sekolah

Tujuan sekolah mengacu kepada visi dan misi sekolah, maka tujuan yang hendak dicapai pada tahun pelajaran 2014/2015 SMP Negeri 1 Dusun Selatan sebagai berikut :

  1. Terlaksananya Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) masing-masing komponen sekolah (kepala sekolah, tenaga pendidik, dan Tenaga Kependidikan, dan peserta didik)
  2. Terlaksananya pengembangan Standar Isi, sebagai berikut:
  3. Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013 pada tahun pelajaran 2014/2015;
  4. mengembangkan pemetaan SK/KI, KD, dan indikator untuk kelas VII, VIII, dan IX;
  5. mengembangkan RPP untuk kelas VII, VIII, dan IX pada semua mata pelajaran dan BK;
  6. mengembangkan sistem penilaian berbasis kompetensi dan saintifik
  7. Melaksanakan standar proses pembelajaran, antara lain :
  8. mengoptimalkan proses pembelajaran secarainteraktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didikuntuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagiprakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, danperkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
  9. melaksanakan pembelajaran Lesson Study
  10. melaksanakan pendekatan belajar tuntas;
  11. melaksanakan pembelajaran inovatif
  12. Melakukanperencanaan pembelajaran, pelaksanaan prosespembelajaran serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkanefisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan.
  13. Menempuh Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isimaka prinsippembelajaran yang digunakan:
  14. dari pesertadidik diberi tahu menuju pesertadidik mencari tahu;
  15. dari guru sebagai satu-satunya sumber belajarmenjadi belajar berbasisaneka sumberbelajar;
  16. dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatanpenggunaan pendekatan ilmiah;
  17. dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasiskompetensi;
  18. dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu;
  19. daripembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi;
  20. daripembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif;
  21. peningkatandankeseimbanganantaraketerampilafisikal (hardskills)danketerampilan mental (softskills);
  22. pembelajaranyangmengutamakan pembudayaandanpemberdayaanpesertadidiksebagaipembelajar sepanjanghayat;
  23. pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberiketeladanan(ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyomangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalamproses pembelajaran (tut wuri handayani);
  24. pembelajaranyang berlangsung di rumah, di sekolah, dan dimasyarakat;
  25. pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru,siapa saja adalah peserta didik, dan di mana saja adalah kelas.
  26. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkanefisiensi dan efektivitas pembelajaran; dan
  27. Pengakuan atas perbedaan individualdan latar belakangbudayapesertadidik.
  28. Tercapainya selisih Nilai Ujian Nasional (gain score achievement) 0,5 (dari 7,26 menjadi 7,76)
  29. Terlaksananya tata tertib dan segala ketentuan yang mengatur operasional sekolah
  30. Meraih prestasi di bidang lomba karya ilmiah remaja (KIR) tingkat Kota
  31. Memperoleh prestasi di bidang olimpiade OSN tingkat kota
  32. Menjadikan 99% peserta didik memiliki kesadaran terhadap kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya
  33. Memiliki jiwa cinta tanah air yang diimplementasikan lewat kegiatan Pramuka, PMR dan PKS
  34. Meraih kejuaraan dalam beberapa cabang olahraga di tingkat daerah, nasional
  35. Memiliki jiwa toleransi antarumat beragama dan melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya
  36. Mengadakan Program Unggulan di bidang bahasa Inggris, Olah Raga, dengan mempersiapkan ekstrakurikuler Bahasa Inggris, Bola Voli, Bulutagkis, Futsal, dan Basket dengan baik sehingga menghasilkan pestasi terbaik minimal ditingkat kota Buntok
  37. Melaksakan dan mengembangkan pembiasaaan :
  38. kedisiplinan dariseluruh komponen sekolah (stakeholder) untuk membentuk kepribadian yang tangguh dan kokoh sebagai dasar dalam setiap aktivitas serta sebagai aset sekolah
  39. aktivitas dan kreativitas peserta didik melalui pelaksanaan kegiatan intra dan ekstrakurikuler
  40. menempatkan diri sebagai Sekolah yang mengembangkan perdidikan berbasis ICT dan PAIKEM
  41. Melestarikan budaya daerah melalui mulok bahasa daerah dengan indikator 90% peserta didik mampu berbahasa daerah sesuai konteks yang ada
  42. sekurang-kurangnya 75% peserta didik mampu membaca dan menulis Al Qur’an dengan benar untuk yang bargama Islam
  43. Membekali 90% peserta didik mampu mengakses informasi yang positif dari internet
  44. sekurang-kurangnya 95% peserta didik terbiasa sholat berjamaah

Komitmen Bersama

  1. Komitmen Kepala Sekolah
  2. Selalu menjunjung tinggi kejujuran, keterbukaan, disiplin dan profesionalisme dalam bekerjasama dengan warga sekolah.
  3. Memberikan pembagian tugas, pekerjaan dan tanggung jawab yang jelas kepada warga sekolah.
  4. Memberikan bimbingan, pembinaan dan arahan kepada seluruh warga sekolah.
  5. Menyediakan ruang dan fasilitas yang aman, nyaman dan kondusif bagi guru dan siswa untuk melaksanakan proses pembelajaran
  6. Menciptakan hubungan harmonis, kekeluargaan dan professional dalam upaya menumbuhkan semangat kerja (etos kerja) yang tinggi.
  7. Menolak segala bentuk hadiah / sumbangan dari pihak manapun apabila diperkirakan akan berpengaruh kepada pengambilan keputusan.
  8. Menjadi teladan bagi semua warga sekolah dalam penegakan disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kesederhanaan dan kerja keras.
  9. Komitmen Guru
  10. Selalu tepat waktu dalam memulai dan mengakhiri pelajaran.
  11. Menjunjung tinggi kejujuran dan kerja keras dalam melaksanakan tugas
  12. Memberikan pelayanan yang adil kepada siswa tanpa memandang perbedaan kemampuan, latar belakang dan bakat siswa.
  13. Selalu menjadi teladan bagi siswa dalam hal disiplin, tanggung jawab, kejujuran dan kerja keras.
  14. Menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, menyenangkan dan kondusif bagi siswa
  15. Menerapkan beberapa strategi PBM yang menumbuhkan kreativitas siswa.
  16. Tidak menerima hadiah / pemberian dari pihak manapun, terutama dari orang tua siswa apabila pemberian tersebut diperkirakan akan mempengaruhi keputusan guru terhadap siswa tersebut.
  17. Komitmen Staf Tata Usaha
  18. Selalu konsisten pada aturan-aturan yang berlaku dalam menjalankan proses administrasi sekolah, kepegawaian, kesiswaan dan pengelolaan keuangan sekolah
  19. Mendukung proses pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan
  20. Memelihara seluruh sarana dan prasarana sekolah
  21. Menjadi teladan bagi peserta didik dalam hal disiplin, kejujuran, tanggung jawab dan kepedulian pada sekolah
  22. Tidak menerima pemberian / hadiah dalam artian luas terkait dengan pelayanan kepada semua pihak, seperti pungutan dalam pengambilan ijasah, legalisir dan sebagainya.
  23. Menjalin hubungan yang harmonis dengan semua warga sekolah.
  24. Komitmen Peserta Didik
  25. Selalu mentaati tata tertib yang ada di sekolah
  26. Belajar dengan rajin dan sungguh-sungguh
  27. Selalu berusaha menyelesaikan tugas-tugas dengan tuntas dan tepat waktu
  28. Menjaga kebersihan, keamanan, keindahan serta kenyaman kelas dan lingkungan sekitar
  29. Jujur dalam semua tindakan termasuk dalam mengerjakan tugas-tugas, ujian dan kegiatan lain
  30. Selalu menjaga nama baik sekolah dimanapun berada
  1. Komitmen Komite Sekolah dan Orang tua
  2. Mendukung sepenuhnya semua program sekolah
  3. Mendukung pengembangan karakter siswa dengan menjalin hubungan yang komunikatif antara orang tua, guru dan siswa
  4. Menjaga nama baik sekolah                                                                                                                                                                                                                                                                               Profil Sekolah
  1. Data Sekolah
  2. Nama Sekolah : SMP Negeri 1 Dusun Selatan
  3. Nomor Statistik Sekolah : 20.1.14.02.01.001
  4. Tipe Sekolah : A
  5. Alamat : Jln.Ki Hajar Dewantara No.56
  6. Kelurahan                         : Hilir Sper
  7. Kecamatan : Dusun Selatan
  8. Kota : Buntok
  9. Propinsi : Kalimantan Tengah
  10. Telepon : 0525.22898
  11. Status Sekolah : Negeri
  12. Luas Tanah : 9000 m2
  13. Status Kepemilikan : Hak Pakai
  14. Nomor Sertifikat Tanah :
  15. Data Kepala sekolah
  16. Nama                                                 : H.SAMSUDIN NOOR,S.Pd
  17. NIP : 19600905 198403 1 014
  18. Pangkat / Golongan : Pembina / IV a
  19. Pendidikan / Jurusan : S.1 /PPKn
  20. Masa Kerja                        : 28 tahun 07 bulan
  21. Pengalaman sebagai Kepala Sekolah : 1. SMP Negeri 5 Dusun Selatan

( Maret 2003 – Februari 2011)

  1. SMP Negeri 1 Dusun Selatan

( Maret 2011 – Sekarang )

  1. Data Guru
No. Tingkat Pendidikan Jumlah dan Status Guru Jumlah
GT/PNS GTT/Guru Bantu
L P L P
1. S3/S2          
2. S1 5 24 1 2 32
3. D-4          
4. D3/Sarmud   3     3
5. D2   1     1
6. D1   1     1
7. ≤ SMA/sederajat          
Jumlah 7 27 1 2 37
  1. Data Jumlah Guru mata pelajaran ( GT, dan GTT )
NO Mata Pelajaran Jumlah Jumlah Guru
L P
1.

 

 

 

 

 

2.

3.

4.

5.

 

 

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

Agama

a)      Agama Islam

b)      Agama kristen

c)      Agama Katolik

d)     Agama Hindu/Kaharingan

 

PPKn

Bahasa indonesia

Matematika

IPA

a)      Fisika

b)      Biologi

IPS Terpadu

Prakarya

Penjasorkes

Bahasa Inggris

Tinkom

Mulok

BP / BK

 

 

2

2

1

1

 

4

4

2

 

7

8

 

2

3

1

 

 

 

1

 

 

 

2

2

 

2

2

1

1

 

4

3

2

 

 

7

8

 

1

1

  Jumlah 37 5 32
  1. Data Pegawai Administrasi,Laboran,Kebersihan,Satpam
No. Tenaga pendukung Jumlah tenaga pendukung dan kualifikasi pendidikannya Jumlah tenaga pendukung Berdasarkan Status dan Jenis Kelamin Jumlah
≤ SMP SMA D1 D2 D3 S1 PNS Honorer
L P L P
1. Tata Usaha   3       1   4     4
2. Perpustakaan   1               1 1
3. Laboran lab. IPA                      
4. Teknisi lab. Komputer     1           1   1
5. Laboran lab. Bahasa                      
6. PTD (Pend Tek. Dasar)                      
7. Kantin                      
8. Penjaga Sekolah   1             1   1
9. Tukang Kebun                      
10. Keamanan   1         1       1
11. Lainnya: ……………….                      
  Jumlah   6 1     1   4 3 1 8
  1. Data Siswa 4 (empat tahun terakhir):
Th. Pelajaran Jml Pendaftar

(Cln Siswa Baru)

Kelas VII Kelas VIII Kelas IX Jumlah

(Kls. VII + VIII + IX)

Jml Siswa Jumlah Rombel Jml Siswa Jumlah Rombel Jml Siswa Jumlah Rombel Siswa Rombel
2010 / 2011 187 176 5 174 5 169 5 519 15
2011 / 2012 182 171 6 174 6 166 5 511 17
2012 / 2013 262 175 5 165 6 178 6 518 17
2013 / 2014 252 195 6 187 6 169 6 551 18
  1. Data Kelulusan
Tahun Ajaran Jumlah Kelulusan dan Kelanjutan Studi
Jumlah Peserta Ujian Jumlah Lulus % Kelulusan % Lulusan yang Melanjutkan Pendidikan % Lulusan yang TIDAK Melanjutkan Pendidikan
2008/2009 190 189 99,47 100%  
2009 / 2010 171 171 100% 100%  
2010 / 2011 168 168 100% 100%  
2011 / 2012 166 166 100%    100%  
2012 / 2013 175 175 100%    100%  
2013 / 2014 163 163 100%    100%  
  1. Rata-rata Ujian Akhir
No Tahun Bhs. Indonesia Matematika Bhs. Inggris I P A
NR NT R NR NT R NR NT R NR NT R
1 2009/2010 6.33 9.80 8.28 4.36 10.00 7.81 5.10 9.18 6.90 3.85 8.72 7.18
2 2010/2011 6.00 8.60 7.47 4.00 8.75 6.61 5.00 9.20 6.85 3.75 9.50 5.50
3 2011/2012 6.60 9.60 8.43 6.00 9.50 8.03 5.00 9.40 7.70 4.75 8.25 6.78
4 2012/2013 4.40 9.40 7.62 4.00 9.75 5.80 3.40 9.60 6.22 3.00 9.00 5.86
5 2013/2014 5.60 9.60 7.98 3.50 10.00 9.15 5.60 9.40 7.86 4.75 9.75 8.21
  1. Sarana
No Nama Ruang Jumlah Kondisi
Baik R.Ringan R.Berat
1 Ruang Kepala Sekolah 1    
2 Ruang Tata Usaha 1    
3 Ruang Guru 1    
4 Ruang Belajar. kelas 18    
5 Ruang BP 1    
6 Ruang Media 1    
7 Lab IPA 1    
8 Lab Bahasa 1    
9 Lab Komputer 1    
10 Lab Internet        
11 Mushola 1    
12 WC Guru 2   1 1
13 WC Siswa 8 4 4  
14 Pos Satpam 1    
15 Parkir Sepeda 1   1  
  1. Prasarana Belajar / Ekstrakurikuler
No Nama Ruang Jumlah Kondisi
Baik R.Ringan R.Berat
1 Olah Raga :        
  1.1 Basket 1 1    
  1.2 Volly ball 1 1    
  1.3 Bulu Tangkis 1 1    
  1.4 Tenis Meja 1 1    
2 Alat Band 1 set 1    
3 Alat Lab Bahasa 18 buah 18    
4 Alat Lab   MIPA        
5 –          Lab Komputer

–          Lab Internet

–          Perpustakaan

–          Ruang TU

–          Ruang Guru

–          Ruang Kep Sek

17 buah

5 buah

4 buah

2 buah

1 buah

1 buah

17

5

4

2

1

1

   
6 AC ( Alat Pendingin ) 5 buah 5    
7 TV 6 buah 3   3
8 LCD 4 buah 4    
9 9.1 Buku Paket

9.2 Buku Bacaan

9.3 Buku Referensi

7.475 exs

492 exs

118 exs

7.475

492

118

   
  1. Daftar Prestasi siswa Tahun 2012 – 2015

 

No Nama Lomba Tingkat Juara Tahun
1. Lomba pawai ta’rup Bar-Sel II Harapan 2012
2. Storing Telling English cepat Bar-sel I 2012
3. Storing Telling English cepat Bar-Sel III Harapan 2012
4. Storing Telling English cepat Bar-Sel I Harapan 2012
5. Storing Telling English cepat Bar-Sel III 2012
6. Volly Ball Putra Porseni Bar-sel I 2012
7. Volly Ball Putri Porseni Bar-sel II 2012
8. Bulu Tangkis Porseni Bar-sel I 2012
9. Melukis Bar-Sel I 2012
10. Grup Bend PENSI SMKN Barsel III 2012
11. Grill Band Lipsing PENSI SMKN Barsel II 2012
12. Pawai Ta’rup Bar-Sel II Harapan 2012
13. Lomba UKS SMP Bar-Sel I 2012
14. Lomba UKS SMP Propinsi II 2012
15. Moderend Dencer Bar-Sel I 2013
16. Grill Band Bar-Sel I 2013
17. Grup Band Bar-Sel III 2013
18. Kebersihan SMP/SLTA Bar-Sel II 2013
19. Vocal solo SMP/SLTA Bar-Sel IV Harapan 2013
20. SG Dence Smansa Bar-Sel IV 2013
21. Basket Putra SLTP/SLTA Bar-Sel III 2013
22. Basket Putri SLTP/SLTA Bar-Sel III 2013
23. Grup Band SLTP/SLTA Bar-Sel III 2013
24. Vokal Solo Daerah pensi SMK Bar-Sel I 3013
25. Vokal Solo Pop pensi SMK Bar-Sel I 2013
26. Pidato Bahasa Inggris Pensi SMK Bar-Sel II 2013
27. Lomba Lukis SMP Bar_Sel I 2014
28. Lomba Lukis SMP Bar-Sel III 2014
29. Gerak Jalan Putri HUT Kab. Bar-Sel I 2014
30. Gerak Jalan Putra HUT Kab. Bar-Sel I 2014
31. Pawai ta,rup Bar-sel III 2014
32. Lomba Kebersihan HUT Kab Bar-Sel I 2014
33.        

 

  1. Standar Kompetensi Lulusan Sekolah
    1. KTSP

Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan perlu sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP) Adapun Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP) selengkapnya adalah:

  1. Menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak
  2. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri
  3. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya
  4. Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomidi lingkungan sekitarnya
  5. Menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis, kritis, dan kreatif
  6. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif dengan bimbinganguru/pendidik
  7. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya
  8. Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupansehari-hari
  9. Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungansekitar
  10. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan
  11. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, negara, dan tanahair Indonesia
  12. Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya local
  13. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkanwaktu luang
  14. Berkomunikasi secara jelas dan santun
  15. Bekerja sama dalam kelompok, tolong-menolong, dan menjaga diri sendiri dalamlingkungan keluarga dan teman sebaya
  16. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis
  17. Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, danberhitung

Sebagaimana disebutkan pada Tujuan Pengembangan Kurikulum (halaman 2–4), Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) terdiri atas kelompokkelompokmata pelajaran seperti berikut

  1. Agama dan Akhlak Mulia;
  2. Kewarganegaraan dan Kepribadian;
  3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi;
  4. Estetika;
  5. Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan

Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) dikembangkan berdasarkantujuan dan cakupan muatan dan/atau kegiatan setiap kelompok matapelajaran Adapun Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) untukmasing-masing satuan pendidikan selengkapnya adalah sebagai berikut:

 

No Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran

(SK-KMP)

1 Agama dan Akhlak Mulia 1.      Menjalankan ajaran agama yang dianut sesuaidengan tahap perkembangan anak

2.      Menunjukkan sikap jujur dan adil

3.      Mengenal keberagaman agama, budaya, suku,ras, dan golongan sosial ekonomi di lingkungansekitarnya

4.      Berkomunikasi secara santun yang mencerminkanharkat dan martabatnya sebagaimakhluk Tuhan

5.      Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat,bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luangsesuai dengan tuntunan agamanya

6.      Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadapsesama manusia dan lingkungan sebagaimakhluk ciptaan Tuhan

2 Kewarganegaraan dan Kepribadian 1.      Menunjukkan kecintaan dan kebanggaanterhadap bangsa, negara, dan tanah air Indonesia

2.      Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlakudalam lingkungannya

3.      Menghargai keberagaman agama, budaya,suku, ras, dan golongan sosial ekonomi di lingkungansekitarnya

4.      Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadaplingkungan

5.      Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri

6.      Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggidan menyadari potensinya

7.      Berkomunikasi secara santun

8.      Menunjukkan kegemaran membaca

9.      Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat,bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang

10.  Bekerja sama dalam kelompok, tolong-menolong,dan menjaga diri sendiri dalam lingkungankeluarga dan teman sebaya

11.  Menunjukkan kemampuan mengekspresikandiri melalui kegiatan seni dan budaya local

 

3 Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 1.      Mengenal dan menggunakan berbagai informasitentang lingkungan sekitar secara logis,kritis, dan kreatif

2.      Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis,dan kreatif dengan bimbingan guru/pendidik

3.      Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi

4.      Menunjukkan kemampuan memecahkan masalahsederhana dalam kehidupan sehari-hari

5.      Menunjukkan kemampuan mengenali gejalaalam dan sosial di lingkungan sekitar

6.      Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara,membaca, menulis, dan berhitung

7.      Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat,bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang

 

4 Estetika Menunjukkan kemampuan untuk melakukankegiatan seni dan budaya local
5 Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 1.      Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat,bugar, aman dan memanfaatkan waktu luang

2.      Mengenal berbagai informasi tentang potensisumber daya lokal untuk menunjang hidupbersih, sehat, bugar, aman dan memanfaatkanwaktu luang


  1. Kurikulum 2013

Lulusan SMP yang diharapkan memiliki sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut :

 

Dimensi Kualifikasi Kemampuan
Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian yang tampak mata.
Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang dipelajari disekolah dan sumber lain sejenis.

 

 DOMAIN

ELEMEN SMP
Sikap Proses Menerima + Menjalankan + Menghargai + Menghayati + Mengamalkan
Individu Beriman, Berakhlak Mulia (Jujur, Disiplin, Tanggung Jawab, Peduli, Santun), Rasa Ingin Tahu, Estetika, Percaya Diri, Motivasi Internal
Sosial Toleransi, Gotong Royong, Kerjasama, Dan Musyawarah
Alam Pola Hidup Sehat, Ramah Lingkungan, Patriotik, Dan Cinta Perdamaian
Keterampilan Proses Mengamati + Menanya + Mencoba + Mengolah + Menyaji + Menalar + Mencipta
Abstrak Membaca, Menulis, Menghitung, Menggambar, Mengarang
Konkret Menggunakan, Mengurai, Merangkai, Memodifikasi, Membuat, Mencipta
Pengetahuan Proses Mengetahui + Memahami + Menerapkan + Menganalisa + Mengevaluasi
Obyek Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Seni, Dan Budaya
Subyek Manusia, Bangsa, Negara, Tanah Air, Dan Dunia

 

 DOMAIN

SMP
Sikap Menerima + Menjalankan + Menghargai + Menghayati + Mengamalkan
Pribadi Yang Beriman, Berakhlak Mulia, Percaya Diri, Dan Bertanggung Jawab Dalam Berinteraksi Secara Efektif Dengan Lingkungan Sosial, Alam Sekitar, Serta Dunia Dan Peradabannya
Keterampilan Mengamati + Menanya + Mencoba + Mengolah + Menyaji + Menalar + Mencipta
Pribadi Yang Berkemampuan Pikir Dan Tindak Yang Efektif Dan Kreatif Dalam Ranah Abstrak Dan Konkret
Pengetahuan Mengetahui + Memahami + Menerapkan + Menganalisa + Mengevaluasi
Pribadi Yang Menguasai Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Seni, Budaya Dan Berwawasan Kemanusiaan, Kebangsaan, Kenegaraan, Dan Peradaban

 BAB III

MUATAN KURIKULER

 

  1. Struktur Kurikulum
  2. KTSPs

 

Struktur dan muatan kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang tertuang dalam Standar Isi meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut ini

  1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
  2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
  3. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
  4. Kelompok mata pelajaran estetika
  5. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan

Kelompok mata pelajaran tersebut memiliki cakupan dan kegiatan masing-masing seperti diungkapkan di dalam PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 6 ayat (1) Pasal 7 seperti pada tabel berikut :

Tabel 3.1. Kelompok Mata Pelajaran dan Cakupannya

Kelompok

Mata Pelajaran

Cakupan Melalui
Agama dan Akhlak Mulia Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama Kegiatan keagamaan, pembelajaran kewarganegaraan dan pembinaan kepribadian/akhlak mulia, pembelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika, jasmani, olahraga dan kesehatan, dan pengembangan diri/ekstrakurikuler
Kewarganegaraan dan Kepribadian Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia

Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme

Kegiatan keagamaan, pembinaan kepribadian/akhlak mulia, pembelajaran kewarganegaraan, bahasa, seni dan budaya, dan pendidikan jasmani, dan pengembangan diri/ekstrakurikuler
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri Kegiatan pembelajaran bahasa, matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, keterampilan/kejuruan, dan/atau teknologi informasi dan komunikasi, serta muatan lokal yang relevan
Estetika Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis Kegiatan bahasa, seni dan budaya, keterampilan, dan muatan lokal yang relevan, dan pengembangan diri/ekstrakurikuler
Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan pada SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sportivitas dan kesadaran hidup sehat

Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap, dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas, kecanduan narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah

Kegiatan pendidikan jasmani, olahraga, pendidikan kesehatan, ilmu pengetahuan alam, dan muatan lokal yang relevan, dan pengembangan diri/ekstrakurikuler

 

Struktur kurikulum meliputi sejumlah mata pelajaran termasuk pengembangan diri sebagai berikut ini ;

Tabel 3.2 : Struktur Kurikulum 2006

Komponen Kelas IX dan Alokasi Waktu
A.     Mata Pelajaran  
1    Pendidikan Agama 2
2    Pendidikan Kewarganegaraan 2
3    Bahasa Indonesia 4
4    Bahasa Inggris 4
5    Matematika 4
6    Ilmu Pengetahuan Alam 4
7    Ilmu Pengetahuan Sosial 4
8    Seni Budaya 2
9    Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 2
10 Keterampilan/TIK 2
B.     Muatan Lokal  
1.    Perikanan              2
Jumlah 32
C. Pengembangan Diri 2**)
1.      Bimbingan Konseling
2.      Pembiaaan :

–       Senyum, sapa dan salam

–       Doa bersama sblm belajar

–       Sholat berjamaah

–       Sholat Jum’at

–       Buang sampah pada tempatnya

–       Kantin kejujuran

3.      Kegiatan Ekstrakurikuler:
a.    Kepramukaan
b.    UKS dan PMR
c.    Patroli Keamanan Sekolah (PKS)
d.    Pasusbara
e.    Volley Ball
f.     Basket Ball
g.    Bulutangkis
h.    Futsal
i.      Karate
j.      MIPA
k.    Paduan Suara
l.      Baca Tulis Al-Qur’an

 

*)   tambahan alokasi jam pelajaran untuk program kelas bilingual.

**) ekivalen dengan 2 jam pelajaran

Struktur Kurikulum yang disampaikan pada peserta didik terdapat 10 mata pelajaran, satu mata pelajaran muatan lokal bahasa daerah dan satu mata pelajaran muatan lokal Lingkungan Hidup,khusus pengembangan diri bimbingan konseling penambahan waktu 1 jam pelajaran yakni Pendidikan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dan HIV , Pendidikan Kesehatan Reproduksi

Komponen

Kelas dan Alokasi Waktu

VII VIII
1    Bahasa Inggris 2 2
2    Matematika 2 2
3    Ilmu Pengetahuan Alam 2 2
4    Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 2 2
5    Robotik/Fun Sain 2 2
Jumlah 10 10
  1. Kurikulum 2013
    1. Kompetensi Inti

Kompetensi inti dirancang seiring dengan meningkatnya usia peserta didik pada kelas tertentu. Melalui kompetensi inti, integrasi vertikal berbagai kompetensi dasar pada kelas yang berbeda dapat dijaga.

Rumusan kompetensi inti menggunakan notasi sebagai berikut:

  • Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual;
  • Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial;
  • Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan; dan
  • Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.

Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah dapat dilihat pada Tabel berikut.

Tabel 3.4. Kompetensi Inti Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah

KOMPETENSI INTI

KELAS VII

KOMPETENSI INTI

KELAS VIII

KOMPETENSI INTI

KELAS IX

 

1.Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

 

 

1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

 

 

1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

 

 

2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

 

 

2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

 

 

2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

 

 

3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata

 

 

3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata

 

 

3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata

 

 

4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

 

 

 

4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

 

 

4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesua dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

 

 

Berdasarkan kompetensi inti disusun matapelajaran dan alokasi waktu yang sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan.Susunan matapelajaran dan alokasi waktu untuk Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah sebagaimana tabel berikut.

Tabel 3.5. Mata Pelajaran Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah

MATA PELAJARAN ALOKASI WAKTU

PER MINGGU

VII VIII IX
Kelompok A
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 3 3 3
3. Bahasa Indonesia 6 6 6
4. Matematika 5 5 5
5. Ilmu Pengetahuan Alam 5 5 5
6. Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4 4
7. Bahasa Inggris 4 4 4
Kelompok B
1. Seni Budaya 3 3 3
2. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan 3 3 3
3.

 

Prakarya

 

2

 

2

 

2

 

JUMLAH ALOKASI WAKTU PER MINGGU 38 38 38

 

Keterangan:

  • Selain kegiatan intrakurikuler seperti yang tercantum di dalam struktur kurikulum diatas, terdapat pula kegiatan ekstrakurikuler Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah antara lain Pramuka (Wajib), Usaha Kesehatan Sekolah, dan Palang Merah Remaja.
  • Kegiatan ekstra kurikuler seperti Pramuka (terutama), Unit Kesehatan Sekolah, Palang Merah Remaja, dan yang lainnya adalah dalam rangka mendukung pembentukan kompetensi sikap sosial peserta didik, terutamanya adalah sikap peduli. Disamping itu juga dapat dipergunakan sebagai wadah dalam penguatan pembelajaran berbasis pengamatan maupun dalam usaha memperkuat kompetensi keterampilannya dalam ranah konkrit. Dengan demikian kegiatan ekstra kurikuler ini dapat dirancang sebagai pendukung kegiatan kurikuler.
  • Matapelajaran Kelompok A adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat. Mata pelajaran Kelompok B yang terdiri atas mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya serta Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi dengan konten lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah.
  • Bahasa Daerah sebagai muatan lokal dapat diajarkan secara terintegrasi dengan mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya atau diajarkan secara terpisah apabila daerah merasa perlu untuk memisahkannya. Satuan pendidikan dapat menambah jam pelajaran per minggu sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan tersebut.
  • Sebagai pembelajaran tematik terpadu, angka jumlah jam pelajaran per minggu untuk tiap mata pelajaran adalah relatif. Guru dapat menyesuaikannya sesuai kebutuhan peserta didik dalam pencapaian kompetensi yang diharapkan.
  • Jumlah alokasi waktu jam pembelajaran setiap kelas merupakan jumlah minimal yang dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
  • Khusus untuk matapelajaran Pendidikan Agama di Madrasah Tsanawiyah dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan yang ditetapkan oleh Kementerian Agama.

 

  1. Muatan Kurikulum
  2. Mata Pelajaran
  3. KTSP

Muatan Kurikulum SMP meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik dan materi muatan lokal

Mata pelajaran yang diselenggarakan di SMP Negeri 1 Dusun Selatan terdiri atas mata pelajaran sebagai berikut ini :

  • Pendidikan Agama

Pendidikan agama yang diselenggarakan di SMP meliputi agama Islam, Kristen Protestan, Katholik, dan Hindu

Tujuan:

  • Meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik sesuai keyakinan agamanya masing-masing;
  • Memberikan wawasan terhadap keberagaman agama di Indonesia; dan
  • Menumbuhkembangkan sikap toleransi antarumat beragama
  • Pendidikan Kewarganegaraan

Tujuan:

Memberikan pemahaman terhadap peserta didik tentang kesadaran hidup berbangsa dan bernegara dan pentingnya penanaman rasa persatuan dan kesatuan.

Ruang lingkup:

  • Persatuan dan kesatuan bangsa, meliputi: hidup rukun dalam perbedaan, cinta lingkungan, kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, Sumpah Pemuda, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, partisipasi dalam pembelaan negara, sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, keterbukaan dan jaminan keadilan
  • Norma, hukum, dan peraturan yang meliputi: tertib dalam kehidupan keluarga, tata tertib di sekolah, norma yang berlaku di masyarakat, peraturan-peraturan daerah, norma-norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sistem hukum dan peradilan nasional, hukum dan peradilan internasional
  • Hak asasi manusia, meliputi: hak dan kewajiban anak, hak dan kewajiban anggota masyarakat, instrumen nasional dan internasional HAM, pemajuan, penghormatan dan perlindungan HAM
  • Kebutuhan warga negara, meliputi: hidup gotong royong, harga diri sebagai warga masyarakat, kebebasan berorganisasi, kemerdekaan mengeluarkan pendapat, menghargai keputusan bersama, prestasi diri, persamaan kedudukan warganegara
  • Konstitusi negara, meliputi: proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama, konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia, hubungan dasar negara dengan konstitusi
  • Kekuasan dan politik, meliputi: pemerintahan desa dan kecamatan, pemerintahan daerah dan otonomi, pemerintah pusat, demokrasi dan sistem politik, budaya politik, budaya demokrasi menuju masyarakat madani, sistem pemerintahan, pers dalam masyarakat demokrasi
  • Pancasila, meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara, proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara, pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila sebagai ideologi terbuka
  • Globalisasi, meliputi: globalisasi di lingkungannya, politik luar negeri Indonesia di era globalisasi, dampak globalisasi, hubungan internasional dan organisasi internasional, serta mengevaluasi globalisasi
  • Bahasa Indonesia

Tujuan:

Membina keterampilan berbahasa secara lisan dan tertulis serta dapat menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi dan sarana pemahaman terhadap IPTEK

Ruang lingkup:

  • Mendengarkan
  • Berbicara
  • Membaca
  • Menulis
  • Bahasa Inggris

Tujuan:

Membina keterampilan berbahasa dan berkomunikasi secara lisan dan tertulis untuk menghadapi perkembangan IPTEK dalam menyongsong era globalisasi

Ruang lingkup:

  • Kemampuan berwacana, yakni kemampuan memahami dan/atau menghasilkan teks lisan dan/atau tulis yang direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa, yakni mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis secara terpadu untuk mencapai tingkat literasi functional;
  • Kemampuan memahami dan menciptakan berbagai teks fungsional pendek dan monolog serta esei berbentuk procedure, descriptive, recount, narrative, dan report Gradasi bahan ajar tampak dalam penggunaan kosa kata, tata bahasa, dan langkah-langkah retorika;
  • Kompetensi pendukung, yakni kompetensi linguistik (menggunakan tata bahasa dan kosa kata, tata bunyi, tata tulis), kompetensi sosiokultural (menggunakan ungkapan dan tindak bahasa secara berterima dalam berbagai konteks komunikasi), kompetensi strategi (mengatasi masalah yang timbul dalam proses komunikasi dengan berbagai cara agar komunikasi tetap berlangsung), dan kompetensi pembentuk wacana (menggunakan piranti pembentuk wacana)
  • Matematika

Tujuan:

Memberikan pemahaman logika dan kemampuan dasar Matematika dalam rangka penguasaan IPTEK

Ruang lingkup:

  • Bilangan
  • Aljabar
  • Geometri dan Pengukuran
  • Statistika dan Peluang

 

  • Ilmu Pengetahuan Alam

Tujuan:

Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik untuk menguasai dasar-dasar sains dalam rangka penguasaan IPTEK

Ruang lingkup:

  • Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan
  • Materi dan Sifatnya
  • Energi dan Perubahannya
  • Bumi dan Alam Semesta
  • Ilmu Pengetahuan Sosial

Tujuan:

Memberikan pengetahuan sosiokultural masyarakat yang majemuk, mengembangkan kesadaran hidup bermasyarakat serta memiliki keterampilan hidup secara mandiri

Ruang lingkup:

  • Manusia, Tempat, dan Lingkungan
  • Waktu, Keberlanjutan, dan Perubahan
  • Sistem Sosial dan Budaya
  • Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan

 

  • Seni Budaya

Tujuan:

Mengembangkan apresiasi seni, daya kreasi, dan kecintaan pada seni budaya nasional

Ruang lingkup:

  • Seni Rupa, mencakup pengetahuan, keterampilan, dan nilai dalam menghasilkan karya seni berupa lukisan, patung, ukiran, cetak-mencetak, dan sebagainya
  • Seni Musik, mencakup kemampuan untuk menguasai olah vokal, memainkan alat musik, apresiasi karya musik
  • Seni Tari, mencakup keterampilan gerak berdasarkan olah tubuh dengan dan tanpa rangsangan bunyi, apresiasi terhadap gerak tari
  • Seni Teater, mencakup keterampilan olah tubuh, olah pikir, dan olah suara yang pementasannya memadukan unsur seni musik, seni tari, dan seni peran
  • Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan

Tujuan:

Menanamkan kebiasaan hidup sehat, meningkatkan kebugaran dan keterampilan dalam bidang olah raga, menanamkan rasa sportifitas, tanggung jawab disiplin dan percaya diri pada peserta didik

Ruang lingkup;

  • Permainan dan olah raga, meliputi: olah raga tradisional, permainan, eksplorasi gerak, keterampilan lokomotor nonlokomotor, dan manipulatif, atletik, kasti, rounders, kippers, sepak bola, bola basket, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, dan beladiri, serta aktivitas lainnya
  • Aktivitas pengembangan, meliputi: mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran jasmani, dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya
  • Aktivitas senam, meliputi: ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat, ketangkasan dengan alat, dan senam lantai, serta aktivitas lainnya
  • Aktivitas ritmik, meliputi: gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam aerobic serta aktivitas lainnya
  • Teknologi Informasi dan Komunikasi

Tujuan:

Memberikan keterampilan dalam bidang teknologi informatika dan komunikasi yang sesuai dengan bakat dan minat peserta didik

Ruang lingkup:

  • Perangkat keras dan lunak yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, memanipulasi, dan menyajikan informasi;
  • Penggunaan alat bantu untuk memproses dan memindah data dari satu perangkat ke perangkat lainnya

 

  1. Kurikulum 2013

Muatan pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah yang berbasis pada konsep-konsep terpadu dari berbagai disiplin ilmu untuk tujuan pendidikan adalah matapelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Pada hakikatnya IPA dan IPS dikembangkan sebagai mata pelajaran dalam bentuk integrated sciences dan integrated social studies. Muatan IPA berasal dari disiplin biologi, fisika, dan kimia, sedangkan muatan IPS berasal dari sejarah, ekonomi, geografi, dan sosiologi.Kedua matapelajaran tersebut merupakan program pendidikan yang berorientasi aplikatif, pengembangan kemampuan berpikir, kemampuan belajar, rasa ingin tahu, dan pengembangan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial dan alam.

Tujuan pendidikan IPS menekankan pada pemahaman tentang bangsa, semangat kebangsaan, patriotisme, dan aktivitas masyarakat di bidang ekonomi dalam ruang atau space wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tujuan pendidikan IPA menekankan pada pemahaman tentang lingkungan dan alam sekitar beserta kekayaan yang dimilikinya yang perlu dilestarikan dan dijaga dalam perspektif biologi, fisika, dan kimia.

Integrasi berbagai konsep dalam matapelajaran IPA dan IPS menggunakan pendekatan trans-disciplinarity di mana batas-batas disiplin ilmu tidak lagi tampak secara tegas dan jelas, karena konsep-konsep disiplin ilmu berbaur dan/atau terkait dengan permasalahan-permasalahan yang dijumpai di sekitarnya.Kondisi tersebut memudahkan pembelajaran IPA dan IPS menjadi pembelajaran yang kontekstual.

Pembelajaran IPS diintegrasikan melalui konsep ruang, koneksi antar ruang, dan waktu.Ruang adalah tempat di mana manusia beraktivitas, koneksi antar ruang menggambarkan mobilitas manusia antara satu tempat ke tempat lain, dan waktu menggambarkan masa di mana kehidupan manusia itu terjadi.

Pembelajaran IPA diintegrasikan melalui konten biologi, fisika, dan kimia. Pengintegrasian dapat dilakukan dengan caraconnected, yakni pembelajaran dilakukan pada konten bidang tertentu (misalnya fisika), kemudian konten bidang lain yang relevan ikut dibahas. Misalnya saat mempelajari suhu (konten fisika), pembahasannya dikaitkan dengan upaya makhluk hidup berdarah panas mempertahankan suhu tubuh (konten biologi), serta senyawa yang digunakan di dalam sistem AC (konten kimia).

  1. Muatan Lokal
    1. KTSP

Muatan Lokal yang dipilih ditetapkan berdasarkan ciri khas, potensi dan keunggulan daerah, serta ketersediaan lahan, sarana prasarana, dan tenaga pendidik Sasaran pembelajaran muatan lokal adalah pengembangan jiwa kewirausahaan dan penanaman nilai-nilai budaya sesuai dengan lingkungan Nilai-nilai kewirausahaan yang dikembangkan antara lain inovasi, kreatif, berpikir kritis, eksplorasi, komunikasi, kemandirian, dan memiliki etos kerja Nilai-nilai budaya yang dimaksud antara lain kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kepekaan terhadap lingkungan, dan kerja sama

Penanaman nilai-nilai kewirausahaan dan budaya tersebut diintegrasikan di dalam proses pembelajaran yang dikondisikan supaya nilai-nilai tersebut dapat menjadi sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari

Muatan Lokal merupakan mata pelajaran, sehinggga satuan pendidikan harus mengembangkan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) untuk setiap muatan lokal yang diselenggarakan

Muatan lokal yang dilaksanakan di SMPN 1 Dusun Selatan merupakan muatan lokal adalah pemeliharaan ikan kolam. yaitu perikanan.

 Pengembangan Diri

    1. KTSP

Kegiatan pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan dalam bentuk bimbingan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler.

Pengembangan diri terdiri atas 2 (dua) bentuk kegiatan, yaitu terprogram dan tidak terprogram

  • Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual, kelompok, dan atau klasikal melalui penyelenggaraan kegiatan sebagai berikut ini
Kegiatan Pelaksanaan
Layanan konseling dan kegiatan pendukung konseling ·      Individual

·      Kelompok: tatap muka guru BP masuk ke kelas

·      Pendidikan Penyalahgunaan Pencegahan Narkoba

·      Pendidikan Kesehatan reproduksi remaja

Ekstrakurikuler ·      Kepramukaan

·      PMR

·      PKS

·      UKS

·      Pasusbara

·      Olah raga

·      Kerohaniaan

·      Seni budaya/sanggar seni

·      Latihan dasar kepemimpinan

 

  • Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut:
Kegiatan Contoh
Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal ·      Piket kelas

·      Ibadah

·      Berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran di kelas

·      Bakti sosial

Spontan, adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus ·      Memberi dan menjawab salam

·      Meminta maaf

·      Berterima kasih

·      Mengunjungi orang yang sakit

·      Membuang sampah pada tempatnya

·      Menolong orang yang sedang dalam kesusahan

·      Melerai pertengkaran

Keteladanan, adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari ·      Performa guru

·      Mengambil sampah yang berserakan

·      Cara berbicara yang sopan

·      Mengucapkan terima kasih

·      Meminta maaf

·      Menghargai pendapat orang lain

·      Memberikan kesempatan terhadap pendapat yang berbeda

·      Mendahulukan kesempatan kepada orang tua

·      Penugasan peserta didik secara bergilir

·      Menaati tata tertib (disiplin, taat waktu, taat pada peraturan)

·      Memberi salam ketika bertemu

·      Berpakaian rapi dan bersih

·      Menepati janji

·      Memberikan penghargaan kepada orang yang berprestasi

·      Berperilaku santun

·      Pengendalian diri yang baik

·      Memuji pada orang yang jujur

·      Mengakui kebenaran orang lain

·      Mengakui kesalahan diri sendiri

·      Berani mengambil keputusan

·      Berani berkata benar

·      Melindungi kaum yang lemah

·      Membantu kaum yang fakir

·      Sabar mendengarkan orang lain

·      Mengunjungi teman yang sakit

·      Membela kehormatan bangsa

·      Mengembalikan barang yang bukan miliknya

·      Antri

·      Mendamaikan

 

Jenis Pengembangan Diri yang ditetapkan SMPN 1 Dusun Selatan adalah sebagai berikut ini

Jenis Pengembangan Diri Nilai-nilai yang ditanamkan Strategi
A.    Bimbingan Konseling (BK)

 

·      Kemandirian

·      Percaya diri

·      Kerja sama

·      Demokratis

·      Peduli sosial

·      Komunikatif

·      Jujur

·      Tanggung jawab

·      Konseling Individual

·      Konseling Kelompok

·      Bimbingan Kelompok

·      Kegiatan tatap muka guru BP masuk ke kelas

B.     Kegiatan Ekstrakurikuler:

1.    Kepramukaan /PKS

 

 

·         Demokratis

·         Disiplin

·         Kerja sama

·         Rasa Kebangsaan

·         Toleransi

·         Peduli sosial dan lingkungan

·         Cinta damai

·         Kerja keras

·      Latihan terprogram (kepemimpinan, berorganisasi)

 

 

2.      UKS dan PMR ·         Peduli sosial

·         Toleransi

·         Disiplin

·         Komunikatif

·         Latihan terprogram

 

3.      Pasusbara ·         Demokratis

·         Patriotisme

·         Disiplin

·         Kerja sama

·         Rasa Kebangsaan

·         Toleransi

·         Peduli sosial dan lingkungan

·         Cinta damai

·         Kerja keras

·      Latihan terprogram (kepemimpinan, berorganisasi)

 

4.      Olahraga

 

·         Sportifitas

·         Menghargai prestasi

·         Kerja keras

·         Cinta damai

·         Disiplin

·         Jujur

·         Melalui latihan rutin (antara lain: bola voli, basket, badminton, karate, futsal)

·         Perlombaan olah raga

5.      Kerohanian

 

 

·         Religius

·         Rasa kebangsaan

·         Cinta tanah air

 

 

·         Beribadah rutin

·         Peringatan hari besar agama

·         Kegiatan keagamaan

6.      Seni budaya/Sanggar seni

 

 

·         Disiplin

·         Jujur

·         Peduli budaya

·         Peduli sosial

·         Cinta tanah air

·         Semangat kebangsaan

·         Latihan rutin

·         Mengikuti vokal grup

·         Berkompetisi internal dan eksternal

·         Pagelaran seni

7.      Kesehatan reproduksi remaja ·         Kebersihan

·         Kesehatan

·         Tanggung jawab

·         Rasa ingin tahu

·         Kegiatan rutin pada waktu hari jum’at

 

8.      Kepemimpinan ·         Tanggung jawab

·         Keberanian

·         Tekun

·         Sportivitas

·         Disiplin

·         Mandiri

·         Demokratis

·         Cinta damai

·         Cinta tanah air

·         Peduli lingkungan

·         Peduli sosial

·         Keteladanan

·         Sabar

·         Toleransi

·         Kerja keras

·         Pantang menyerah

·         Kerja sama

·         Kegiatan OSIS

·         Kepramukaan

·         Kegiatan kerohanian

·         Kegiatan KIR

·         Kegiatan PMR

9.      Festival sekolah ·         Kreativitas

·         Etos kerja

·         Tanggung jawab

·         kepemimpinan

·         Kerja sama

·         Pasar seni

·         Pagelaran seni atau musik

·         Pameran karya ilmiah

·         Bazaar

·         Pasar murah

·         Karya seni

·         PHBN/PHBI

 

Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

Pada prinsipnya, pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa tidak dimasukkan sebagai pokok bahasan tetapi terintegrasi ke dalam mata pelajaran, pengembangan diri dan budaya sekolah Guru dan sekolah perlu mengintegrasikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa ke dalam KTSP, silabus dan RPP yang sudah ada Indikator nilai-nilai budaya dan karakter bangsa ada dua jenis yaitu (1) indikator sekolah dan kelas, dan (2) indikator untuk mata pelajaran

Indikator sekolah dan kelas adalah penanda yang digunakan oleh kepala sekolah, guru dan personalia sekolah dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi sekolah sebagai lembaga pelaksana pendidikan budaya dan karakter bangsa Indikator ini berkenaan juga dengan kegiatan sekolah yang diprogramkan dan kegiatan sekolah sehari-hari (rutin) Indikator mata pelajaran menggambarkan perilaku afektif seorang peserta didik berkenaan dengan mata pelajaran tertentu Perilaku yang dikembangkan dalam indikator pendidikan budaya dan karakter bangsa bersifat progresif, artinya, perilaku tersebut berkembang semakin komplek antara satu jenjang kelas dengan jenjang kelas di atasnya, bahkan dalam jenjang kelas yang sama Guru memiliki kebebasan dalam menentukan berapa lama suatu perilaku harus dikembangkan sebelum ditingkatkan ke perilaku yang lebih kompleks

Pembelajaran pendidikan budaya dan karakter bangsa menggunakan pendekatan proses belajar aktif dan berpusat pada anak, dilakukan melalui berbagai kegiatan di kelas, sekolah, dan masyarakat Di kelas dikembangkan melalui kegiatan belajar yang biasa dilakukan guru dengan cara integrasi Di sekolah dikembangkan dengan upaya pengkondisian atau perencanaan sejak awal tahun pelajaran, dan dimasukkan ke Kalender Akademik dan yang dilakukan sehari-hari sebagai bagian dari budaya sekolah sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk memunculkan perilaku yang menunjukkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa Di masyarakat dikembangkan melalui kegiatan ekstra kurikuler dengan melakukan kunjungan ke tempat-tempat yang menumbuhkan rasa cinta tanah air dan melakukan pengabdian masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian dan kesetiakawanan sosial

Adapun penilaian dilakukan secara terus menerus oleh guru dengan mengacu pada indikator pencapaian nilai-nilai budaya dan karakter, melalui pengamatan guru ketika seorang peserta didik melakukan suatu tindakan di sekolah, model anecdotal record (catatan yang dibuat guru ketika melihat adanya perilaku yang berkenaan dengan nilai yang dikembangkan), maupun memberikan tugas yang berisikan suatu persoalan atau kejadian yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan nilai yang dimilikinya

Dari hasil pengamatan, catatan anekdotal, tugas, laporan, dan sebagainya guru dapat memberikan kesimpulannya/pertimbangan yang dinyatakan dalam pernyataan kualitatif sebagai berikut ini

BT  : Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda- tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator)

MT : Mulai Terlihat (apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum konsisten)

MB : Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten)

MK :    Membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten)

 

  1. Kurikulum 2013

Pengembangan diri untuk Pramuka bersifat wajib diikuti oleh semua peserta didik dan setara dengan 2 jam pelajaran. Sedangkan kegiatan lainya yang berlaku pada KTSP berlaku juga pada kurikulum 2013.

Pengembangan Diri Bimbingan Konseling melalui Sepuluh layanan, yaitu layanan orientasi, informasi, penempatan dan penyuluhan, penguasaan konten, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok, konsultasi, mediasi, dan advokasi.

  1. Pengaturan Beban Belajar

Beban belajaran dalam Kurikulum 2013 terdiri atas beban belajar sistem paket dan sistem SKS. Beban belajar pada sistem paket terdiri atas pembelajaran tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri.

Beban belajar setiap mata pelajaran pada SKS dinyatakan dalam satuan kredit semester (sks). Beban belajar 1 (satu) sks terdiri atas 1 (satu) jam pembelajaran tatap muka, 1 (satu) jam penugasan terstruktur, dan 1 (satu) jam kegiatan mandiri.

Beban belajar di SMP Negeri 1 Dusuh Selatan ini dengan sistem paket yang didasarkan pada struktur dan muatan kurikulum dengan alokasi waktu sebagai berikut ini

  • Beban belajar tetap adalah 34-42 jam pelajaran per minggu
  • Alokasi waktu 40 menit untuk setiap mata pelajaran
  • Beban belajar di Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah dinyatakan dalam jam pembelajaran per minggu. Beban belajar satu minggu Kelas VII, dan VIII adalah 42 jam pembelajaran. Durasi setiap satu jam pembelajaran adalah 40 menit.
  • Beban belajar di Kelas IX dalam satu semester paling sedikit 26 minggu
  • Beban belajar di kelas IX pada semester ganjil paling sedikit 20 minggu dan paling banyak 26 minggu.
  • Beban belajar di kelas IX pada semester genap paling sedikit 9 minggu dan paling banyak 16 minggu.
  • Beban belajar dalam satu tahun pelajaran paling sedikit 36 minggu dan paling banyak 40 minggu

Tabel 3.6. Beban Belajar

Kelas Satu jam pembelajaran tatap muka (menit) Jumlah jampel/ minggu Minggu efektif per tahun Waktu pembelajaran per tahun (jampel) Jumlah jam per tahun (@ 60 menit)
VI + VIII 40 38 35 1520 60800
IX 40 36          30 1440 57600
JUMLAH        

 

Selain tatap muka, beban belajar yang harus diikuti peserta didik adalah penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur yang waktunya maksimal lima puluh persen (50%) dari jumlah jam tatap muka Penugasan terstruktur di antaranya pekerjaan rumah (PR), pengembanganprogram/perencanaan kegiatan, laporan pelaksanaan kegiatan. Penugasan mandiri tidak terstruktur terdiri dari tugas-tugas individu atau kelompok yang disesuaikan dengan potensi, minat, dan bakat peserta didik.

Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri pada satuan pendidikan yang menggunakan Sistem Paket 0%-50% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.

 

  1. Ketuntasan Belajar
    1. KTSP

Dalam penetapan ketuntasan belajar, sekolah menetapkan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan tingkat kompleksitas, daya dukung, dan tingkat kemampuan awal peserta didik (intake) dalam penyelenggaraan pembelajaran.

Ketuntasan belajar setiap indikator yang dikembangkan sebagai suatu pencapaian hasil belajar dari suatu kompetensi dasar berkisar antara 0-100% Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75% Sekolah harus menentukan kriteria ketuntasan minimal sebagai target pencapaian kompetensi (TPK) dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran.

Sekolah secara bertahap dan berkelanjutan selalu mengusahakan peningkatan kriteria ketuntasan belajar untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal

Berikut ini tabel prosentase nilai ketuntasan belajar minimal yang menjadi target pencapaian kompetensi (TPK) di SMP 4 Bandung yang berlaku saat ini.

Tabel 3.7. Presentase ketercapaian Kurikulum

No Mata Pelajaran Nilai TPK (%)
1 Agama 75
2 Pendidikan Kewarganegaraan 75
3 Bahasa Indonesia 75
4 Bahasa Inggris 75
5 Matematika 75
6 IPA 75
7 IPS 75
8 Seni Budaya 75
9 Pendididkan Jasmani 75
10 Teknologi Informatika Komunikasi 75

Sekolah secara bertahap dan berkelanjutan menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk mencapai ketuntasan ideal

Setiap mata pelajaran memiliki karakteristik dan hasil analisis yang berbeda Oleh karena itu, maka ditetapkan KKM sebagai berikut ini

 3.8. Tabel RekapitulasiPenetapan KKM Kelas IX

 Komponen

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM)
A.     Mata Pelajaran  
1    Pendidikan Agama 73
2    Pendidikan Kewarganegaraan 75
3        Bahasa Indonesia 72
1.     7Bahasa Inggris 63
5    Matematika 65
6    Ilmu Pengetahuan Alam 70
7    Ilmu Pengetahuan Sosial 70
8    Seni Budaya 70
9    Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 70
10  Teknologi Informasi dan Komunikasi 70
B.     Muatan Lokal  
11 Muatan lokal 75
 
C.     Pengembangan Diri Minimal Baik

 

C Pengembangan Diri

 

– Kegiatan Ekstra Kurikuler:

a.       Pramuka

b     UKS dan PMR

c     Olahraga

d.   Kerohanian

e.   MIPA

 

 

Satuan pendidikan ini menggunakan prinsip mastery learning (ketuntasan belajar), ada perlakuan khusus untuk peserta didik yang belum maupun sudah mencapai ketuntasan Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti kegiatan remedial, sedangkan peserta didik yang sudah mencapai KKM mengikuti kegiatan pengayaan.

  1. Kurikulum 2013

Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan       menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut:

  • Objektif, berarti penilaian berbasis pada standardan tidak dipengaruhifaktor subjektivitas penilai.
  • Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana,menyatu dengan kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan.
  • Ekonomis, berarti penilaian yang efisien dan efektif dalam perencanaan,pelaksanaan, dan pelaporannya.
  • Transparan, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasarpengambilan keputusan dapat diakses oleh semua pihak.
  • Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan kepadapihak internal sekolah maupun eksternal untuk aspek teknik,prosedur, dan hasilnya.
  • Edukatif, berarti mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru.

Tabel 3.9.Rekapitulasi Penetapan KKM Kelas VII

 

No Mata Pelajaran KKM
VII VIII
Kelompok A    
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 75 75
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 75 75
3. Bahasa Indonesia 73 73
4. Matematika 65 65
5. Ilmu Pengetahuan Alam 70 70
6. Ilmu Pengetahuan Sosial 72 72
7’ Bahasa Inggris 65

 

65

 

Kelompok B    
1. Seni Budaya 72 72
2. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 72 72
3. Prakarya 72 72
     

 

Kelompok C (Pengembangan Diri)

1 BK

2 Kegiatan Ekstra Kurikuler:

b.      Pramuka (Wajib)

c.       PKS

a.       UKS dan PMR

b.      Olahraga

c.       Kerohanian

d.      MIPA

e.       Kesenian Nasional

f.       Kesenian Daerah

 

Layanan Bimbingan Konseling.

Sepuluh layanan, yaitu layanan orientasi, informasi, penempatan dan penyuluhan, penguasaan konten, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok, konsultasi, mediasi, dan advokasi.

KKM Sekolah = 72

KKM nasional = Kog dan Ket = B-, sikap B

KKM secara nasional B- (2,50 < x ≤ 2,83) untuk pengetahuan dan keterampilan dan predikat B (2,50 < x ≤ 3,50) untuk sikap.

KKM Satuan Pendidikan

Satuan pendidikan boleh menentukan KKM lebih dari KKM nasional dengan terlebih dulu melakukan analisis atas tiga hal (intake, kompleksitas KD, dan daya dukung) untuk KD-KD pada KI sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Pendekatan penilaian yang digunakan adalah penilaian acuan kriteria(PAK).PAK merupakan penilaian pencapaian kompetensi yang didasarkanpada kriteria ketuntasan minimal (KKM). KKM merupakan kriteriaketuntasan belajar minimal yang ditentukan oleh satuan pendidikandengan mempertimbangkan karakteristik Kompetensi Dasar yang akandicapai, daya dukung, dan karakteristik peserta didik.

Penilaian hasil belajar peserta didik mencakup kompetensi sikap,pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbangsehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiappeserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan. Cakupanpenilaian merujuk pada ruang lingkup materi, kompetensi matapelajaran/kompetensi muatan/kompetensi program, dan proses.

Teknik dan instrumen yang digunakan untuk penilaian kompetensisikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut.

  • Penilaian kompetensi sikap

Pendidik melakukan penilaian kompetensi sikap melalui observasi,penilaian diri, penilaian “teman sejawat”(peer evaluation) olehpeserta didik dan jurnal. Instrumen yang digunakan untukobservasi, penilaian diri, dan penilaian antarpeserta didik adalahdaftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik,sedangkan pada jurnal berupa catatan pendidik.

  1. Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secaraberkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secaralangsung maupun tidak langsung dengan menggunakanpedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yangdiamati.
  2. Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara memintapeserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangandirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yangdigunakan berupa lembar penilaian diri.
  3. Penilaian antarpeserta didik merupakan teknik penilaian dengancara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait denganpencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupalembar penilaian antarpeserta didik.
  4. Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelasyang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dankelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap danperilaku.
    • Penilaian Kompetensi Pengetahuan

Pendidik menilai kompetensi pengetahuan melalui tes tulis, teslisan, dan penugasan.

  1. Instrumen tes tulis berupa soal pilihan ganda, isian, jawabansingkat, benar-salah, menjodohkan, dan uraian. Instrumenuraian dilengkapi pedoman penskoran.
  2. Instrumen tes lisan berupa daftar pertanyaan.
  3. Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah dan/atauprojek yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuaidengan karakteristik tugas.
    • Penilaian Kompetensi Keterampilan

Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja,yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikansuatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik,projek, dan penilaian portofolio.Instrumen yang digunakan berupadaftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik.

  1. Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupaketerampilan melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuaidengan tuntutan kompetensi.
  2. Projek adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang meliputikegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secaratertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.
  3. Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengancara menilai kumpulan seluruh karya peserta didik dalambidang tertentu yang bersifat reflektif-integratif untukmengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/ataukreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Karyatersebut dapat berbentuk tindakan nyata yang mencerminkankepedulian peserta didik terhadap lingkungannya.

Instrumen penilaian harus memenuhi persyaratan:

  1. substansi yang merepresentasikan kompetensi yang dinilai;
  2. konstruksi yang memenuhi persyaratan teknis sesuai denganbentuk instrumen yang digunakan; dan
  3. penggunaan bahasa yang baik dan benar serta komunikatifsesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.

Penilaian hasil belajar oleh pendidik yang dilakukan secara berkesinambungan bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penilaian hasil belajar oleh pendidik memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Proses penilaian diawali dengan mengkaji silabus sebagai acuan dalam membuat rancangan dan kriteria penilaian pada awal semester. Setelah menetapkan kriteria penilaian, pendidik memiliki teknik penilaian sesuai dengan indikator dan mengembangkan instrumen serta pedoman penyekoran sesuai dengan teknik penilaian yang dipilih.
  • Pelaksanaan penilaian dalam proses pembelajaran diawali dengan penelusuran dan diakhiri dengan tes dan/atau nontes. Penelusuran dilakukan dengan menggunakan teknik bertanya untuk mengeksplorasi pengalaman belajar sesuai dengan kondisi dan tingkat kemampuan peserta didik.
  • Penilaian pada pembelajaran tematik-terpadu dilakukan dengan mengacu pada indikator dari Kompetensi Dasar setiap mata pelajaran yang diintegrasikan dalam tema tersebut.
  • Hasil penilaian oleh pendidik dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui kemajuan dan kesulitan belajar, dikembalikan kepada peserta didik disertai balikan (feedback) berupa komentar yang mendidik (penguatan) yang dilaporkan kepada pihak terkait dan dimanfaatkan untuk perbaikan pembelajaran.
  • Laporan hasil penilaian oleh pendidik berbentuk:
    1. nilai dan/atau deskripsi pencapaian kompetensi, untuk hasil penilaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan termasuk penilaian hasil pembelajaran tematik-terpadu.                 deskripsi sikap, untuk hasil penilaian kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial.
    2. Laporan hasil penilaian oleh pendidik disampaikan kepada kepala sekolah/madrasah dan pihak lain yang terkait (misal: wali kelas, guru Bimbingan dan Konseling, dan orang tua/wali) pada periode yang ditentukan.
    3. Penilaian kompetensi sikap spiritual dan sosial dilakukan oleh semua pendidik selama satu semester, hasilnya diakumulasi dan dinyatakan dalam bentuk deskripsi kompetensi oleh wali kelas/guru kelas.
  • Pelaksanaan dan Pelaporan Penilaian oleh Satuan Pendidikan Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan peserta didik yang meliputi kegiatan sebagai berikut:
  1. menentukan kriteria minimal pencapaian Tingkat kompetensi dengan mengacu pada indikator Kompetensi Dasar tiap mata pelajaran;
  2. mengoordinasikan ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, ujian tingkat kompetensi, dan ujian akhir sekolah/madrasah;
  3. menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah dan menentukan kelulusan peserta didik dari ujian sekolah/madrasah sesuai dengan POS Ujian Sekolah/Madrasah;
  4. menentukan kriteria kenaikan kelas;
  5. melaporkan hasil pencapaian kompetensi dan/atau tingkat kompetensi kepada orang tua/wali peserta didik dalam bentuk buku rapor;
  6. melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota dan instansi lain yang terkait; melaporkan hasil ujian Tingkat Kompetensi kepada orangtua/wali peserta didik dan dinas pendidikan.

Pelaksanaan dan Pelaporan Penilaian oleh PemerintahPenilaian hasil belajar oleh Pemerintah dilakukan melalui UjianNasional dan ujian mutu Tingkat Kompetensi, dengan memperhatikanhal-hal berikut.

  1. Ujian Nasional

1) Penilaian hasil belajar dalam bentuk UN didukung oleh suatusistem yang menjamin mutu dan kerahasiaan soal sertapelaksanaan yang aman, jujur, dan adil.

2) Hasil UN digunakan untuk:

  1. a) salah satu syarat kelulusan peserta didik dari satuanpendidikan;
  2. b) salah satu pertimbangan dalam seleksi masuk ke jenjangpendidikan berikutnya;
  3. c) pemetaan mutu; dan
  4. d) pembinaan dan pemberian bantuan untuk peningkatanmutu.

3) Dalam rangka standarisasi UN diperlukan acuan berupa kisi-kisibersifat nasional yang dikembangkan oleh Pemerintah,sedangkan soalnya disusun oleh Pemerintah Pusat dan/atauPemerintah Daerah dengan komposisi tertentu yang ditentukanoleh Pemerintah.

4) Sebagai salah satu penentu kelulusan peserta didik dari satuanpendidikan, kriteria kelulusan UN ditetapkan setiap tahun olehPemerintah.

5) Dalam rangka penggunaan hasil UN untuk pemetaan mutuprogram dan/atau satuan pendidikan, Pemerintah menganalisisdan membuat peta daya serap UN dan menyampaikan hasilnyakepada pihak yang berkepentingan.

  1. Ujian Mutu Tingkat Kompetensi

1)    Ujian mutu Tingkat Kompetensi dilakukan oleh Pemerintah padaseluruh satuan pendidikan yang bertujuan untuk pemetaan danpenjaminan mutu pendidikan di suatu satuan pendidikan.

2) Ujian mutu Tingkat Kompetensi dilakukan sebelum peserta didikmenyelesaikan pendidikan pada jenjang tertentu, sehinggahasilnya dapat dimanfaatkan untuk perbaikan prosespembelajaran.

Instrumen, pelaksanaan, dan pelaporan ujian mutu TingkatKompetensi mampu memberikan hasil yang komprehensifsebagaimana hasil studi lain dalam skala internasional.

  1. Remedial dan Pengayaan

Remedial :

  1. KTSP

Program Remedial(Perbaikan)

  1. Remedial wajib diikuti oleh peserta didik yang belum mencapai KKM dalam setiap kompetensi dasar dan/atau indikator
  2. Kegiatan remedial dilaksanakan di dalam/di luar jam pembelajaran
  3. Kegiatan remedial meliputi remedial pembelajaran dan remedial penilaian
  4. Penilaian dalam program remedial dapat berupa tes maupun nontes
  5. Kesempatan mengikuti kegiatan remedial
  6. Nilai remedial dapat melampaui KKM
  1. Kurikulum 2013

Hasil ulangan harian diinformasikan kepada peserta didik sebelumdiadakan ulangan harian berikutnya.Peserta didik yang belummencapai KKM harus mengikuti pembelajaran remedial.

Denganmenjelaskannya pada bagian ketuntasan belajar. Satuan pendidikan dapat melaksanakan sistem remedial, misalnya dengan ketentuan sebagai berikut.

  1. Kegiatan remedial adalah kegiatan remedial pembelajaran yang diikuti oleh penilaian remidial.
  2. Remedial wajib diikuti oleh siswa yang belum mencapai KKM dalam setiap kompetensi dasar.
  3. Kegiatan remedial dilaksanakan di dalam/di luar jam pembelajaran
  4. Kesempatan mengikuti kegiatan remedial dapat berkali-kali dalam satu semester yang sama.
  5. Nilai remedial dapat melampauiatau sama dengan KKM.

 Program Pengayaan

KTSP

  • Pengayaan bolehdiikuti oleh peserta didik yang telah mencapai KKM dalam setiap kompetensi dasar
  • Kegiatan pengayaan dilaksanakan di dalam/di luar jam pembelajaran
  • Penilaian dalam program pengayaan dapat berupa tes maupun nontes
  • Nilai pengayaan yang lebih tinggi dari nilai sebelumnya dapat digunakan.

 

Kurikulum 2013

  1. Satuan pendidikan dapat melaksanakan program pengayaan misalnya dengan ketentuan sebagai berikut.
  2. Pengayaan wajib/boleh diikuti oleh siswa yang telah mencapai KKM dalam setiap kompetensi dasar.
  3. Kegiatan pengayaan dilaksanakandi dalam/di luar jam pembelajaran.
  4. Nilai pengayaan yang lebih tinggi dari nilai sebelumnya yang bisa diperhitungkan.
  1. Kriteria Kenaikan Kelas
    • KTSP

Peserta didik dinyatakan naik kelas apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:

  1. telah menyelesaikan semua program pembelajaran untuk satu tahun pelajaran;
  2. Tidak terdapat nilai di bawah KKM maksimal 3 mata pelajaran pada semester yang diikuti
  3. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk kelompok mata pelajaran selain kelompok mata pelajaran IPTEK;
  4. jumlah ketidakhadiran alpa kurang dari 24 hari izin dan sakit kurang dari 48 hari per tahun
  5. Berkelakuan baik sesuai dengan standar penilaian sekolah untuk kategori;
  6. Memiliki nilai rapor semua aspek pada semua mata pelajaran sampai dengan semester 2 kelas yang bersangkutan;
  7. Telah mencapai ketuntasan belajar minimal yang ditetapkan oleh sekolah pada semua mata pelajaran dengan mencakup seluruh standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pada masing-masing mata pelajaran;
  8. Nilai yang dipertimbangkan untuk kenaikan kelas adalah nilai raport pada semester 2;
  9. Peserta didik yang belum mencapai standar ketuntasan belajar minimal, baik seluruh maupun sebagian aspek pada masing-masing mata pelajaran tersebut dapat dinyatakan naik kelas setelah mencapai ketuntasan belajar minimal melalui pembelajaran dan penilaian remedial (perbaikan) untuk mata pelajaran, aspek, kompetensi dasar, atau indikator yang nilainya belum mencapai standar ketuntasan belajar minimal Pembelajaran dan penilaian remedial dilakukan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan dan harus selesai sebelum pengumuman kenaikan kelas;
  10. Peserta didik yang belum mencapai standar ketuntasan belajar minimal pada lebih dari 4 mata pelajaran sampai batas waktu yang telah ditentukan, baik seluruh maupun sebagian aspek pada masing-masing mata pelajaran tersebut, dinyatakan tidak naik kelas dan harus mengulang seluruh program pembelajaran di kelas semula
  • Kurikulum 2013

Syarat kenaikan kelas :

Syarat kenaikan kelas minimal sesuai dengan Model Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik.

Kriteria kenaikan kelas ditentukan oleh satuan pendidikan, dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam dua semester pada tahun pelajaran yang diikuti;
  2. mencapai tingkat kompetensi pengetahuan (KI 3) dan keterampilan (KI 4) yang dipersyaratkan, minimal sama dengan KKM, yaitu (B-). (Satuan Pendidikan dapat menentukan KKM di atas ketentuan minimal, B-);
  3. nilai kompetensi sikap (KI 1 dan KI 2) untuk setiap mata pelajaran sekurang-kurangnyaBaik (B);
  4. memiliki maksimal dua mata pelajaran yang masing-masing nilai kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilannya di bawah KKM;
  5. ketidakhadiran siswa tanpa keterangan maksimal 15% dari jumlah hari efektif;
  6. berdasarkan hasil rapat pleno dewan guru.
  1. Kelulusan
    • KTSP

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 72 ayat (1) menyebutkan bahwa peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan dasar dan menengah apabila:

  • telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
  • memiliki nilai minimal baik untuk kelompok mata pelajaran selain kelompok mata pelajaran IPTEK;
  • lulus ujian sekolah; dan
  • lulus ujian nasional
  • Kurikulum 2013

Syarat kelulusan

Cantumkan minimal syarat yang sesuai dengan POS UN yang berlaku pada tahun yang bersangkutan. Satuan pendidikan dibolehkan menentukan syarat kelulusan yang melebihi kualitas ketentuan tersebut. Di samping itu satuan pendidikan harus membuat ketentuan standar kelulusan ujian sekolah.

  1. menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan melaluirapat dewan pendidik sesuai dengan kriteria:
  • menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
  • mencapai tingkat Kompetensi yang dipersyaratkan, denganketentuan kompetensi sikap (spiritual dan sosial) termasukkategori baik dan kompetensi pengetahuan dan keterampilanminimal sama dengan KKM yang telah ditetapkan;
  • lulus ujian akhir sekolah/madrasah; dan
  • lulus Ujian Nasional.
  1. Pendidikan Kecakapan Hidup

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMP Negeri 1 Dusun Selatan juga memasukkan pendidikan kecakapan hidup, yang mencakup kecakapan pribadi, sosial, akademik, dan vokasional melalui kegiatan pengembangan diri dan ekstrakurikuler.

  1. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global

Kurikulum SMP Negeri 1 Dusun Selatan telah memprogramkan pengembangan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan nasional yaitu pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing nasional dalam aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain yang bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik Program tersebut dapat ditempuh dalam dua alternatif, yaitu sebagai berikut :

  1. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan nasional dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran dan dapat menjadi mata pelajaran muatan lokal
  2. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik SMP Negeri 1 Dusun Selatan dari satuan pendidikan formal lain dan/atau nonformal yang bekerja sama dan bermitra dengan SMP Negeri 1 Duaun Selatan Sesuai dengan visi dan misi SMPN 1 Dusun Selatan yaitu menjadi sekolah yang unggul, maka pengembangan keunggulan tersebut dilaksanakan melalui :
  1. Penambahan Beban Belajar dengan merubah Struktur Kurikulum untuk mata Pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, TIK dan IPA
  2. Pendidikan berwawasan lingkungan hidup yang dikembangkan melalui kegiatan terintegrasi dengan mata pelajaran yang relevan, dan kegiatan ekstrakurikuler
  3. Pengembangan pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi
  4. Pendidikan ekstrakurikuler untuk meningkatkan prestasi peserta didik baik akademik maupun non akademik seperti pembinaan kelompok, MIPA, dan kegiatan ekstrakurikuler kesenian, olah raga, keagamaan, dll

Pengelompokkan kelas unggulaan berdasarkan pada hasil Test peserta didik dengan muatan kurikulum yang disesuaikan dengan keunggulan dari masing-masing kelas

  1. Ketentuan Pindah Sekolah
    • KTSP
  2. Perpindahan peserta didik antar sekolah dalam Kota Bandung:
  • Dilaksanakan atas dasar permohonan Kepala Sekolah karena adanya formasi sesuai daya tampung yang telah ditetapkan;
  • Permohonan disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung setelah pembagian laporan penilaian hasil belajar pada akhir tahun pelajaran;
  • Penerimaan pendaftaran perpindahan peserta didik dilaksanakan setelah ada persetujuan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung atau pejabat yang ditunjuk;
  • Kepala Sekolah mengusulkan kembali nama-nama peserta didik baru yang diterima untuk ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung atau pejabat yang ditunjuk;
    • Perpindahan peserta didik antar kabupaten/kota dalam Propinsi Jawa Barat, atau antar propinsi dilaksanakan atas dasar persetujuan Kepala SMP atau MTs yang dituju dengan memperhatikan formasi daya tampung dan ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung;
    • Perpindahan peserta didik dari sekolah Indonesia di Luar Negeri/Sistem Pendidikan asing ke sistem pendidikan nasional dilaksanakan atas dasar persetujuan Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kepala SMP/MTs yang dituju dengan memperhatikan formasi daya tampung dan ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barito Selatan

             b.Kurikulum 2013

  • Perpindahan peserta didik antar sekolah dalam Kota Buntok
  1. Dilaksanakan atas dasar permohonan Kepala Sekolah karena adanya formasi sesuai daya tampung dan program kurikulum yang sesuai serta telah ditetapkan;
  2. Permohonan disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barito Selatan setelah pembagian laporan penilaian hasil belajar pada akhir tahun pelajaran;
  3. Penerimaan pendaftaran perpindahan peserta didik dilaksanakan setelah ada persetujuan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barito Selatan atau pejabat yang ditunjuk;
  4. Kepala Sekolah mengusulkan kembali nama-nama peserta didik baru yang diterima untuk ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barito Selatan atau pejabat yang ditunjuk;
  • Perpindahan peserta didik antar kabupaten/kota dalam Propinsi Kalimantan Tengah, atau antar propinsi dilaksanakan atas dasar persetujuan Kepala SMP atau MTs yang dituju dengan memperhatikan formasi daya tampung dan ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barito Selatan
  • Perpindahan peserta didik dari sekolah Indonesia di Luar Negeri/Sistem Pendidikan asing ke sistem pendidikan nasional dilaksanakan atas dasar persetujuan Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kepala SMP/MTs yang dituju dengan memperhatikan formasi daya tampung dan ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung

                                                          BAB IV

KALENDER PENDIDIKAN

 Permulaan Tahun Pelajaran    

Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Mengacu pada kalender pendidikan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan, tanggal 5 Mei 2014 dan hasil rapat dewan guru tanggal 17 Juni 2014 jumlah minggu efektif selama 1 tahun pelajaran sebanyak 35 minggu. Permulaan tahun ajaran dimulai tanggal 6 Agustus 2014   dan berakhir 20 Juni 2015.

 

  1. Waktu Belajar    

Waktu pembelajaran efektif meliputi :

  • jumlah pembelajaran untuk setiap pembelajaran termasuk muatan lokal
  • ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.

 Kegiatan Tengah Semester    

Kegiatan tengah semester dilaksanakan pada minggu ke 8 atau 9 pada setiap semester 1 dan 2. Kegiatan ulangan tengah semester 1 dilaksanakan pada minggu kedua pada bulan Oktober tahun 2014 dan ulangan tengah semester 2 dilaksanakan pada minggu pertama bulan Maret tahun 2014.

 Libur Sekolah  Waktu libur adalah.

  • Libur semester
  • Jeda antar semester,
  • Libur akhir tahun pelajaran,
  • Hari libur keagamaan,
  • Hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional,
  • Dan hari libur khusus.
  1. Rincian Minggu Efektif dan Tidak Efektif

Adapun rincian minggu efektif sesuai dengan kalender pendidikan untuk SMP Negeri 1 Dusun Selatan untuk tahun pelajaran 2014/2015 adalah sebagai berikut:

Tabel Rincian Minggu Efektif dan Tidak Efektif

No Bulan å Minggu Efektif Tdk Efektif Keterangan
1. Juli        
2. Agustus        
3. September        
4. Oktober        
5. November        
6. Desember        
7. Januari      
8. Februari        
9. Maret        
10. April        
11. Mei        
12. Juni        
  Jumlah        

 

KALENDER KEGIATAN
SMP NEGERI 1 DUSUN SELATAN
TAHUN PELAJARAN 2015 / 2016

 

 

SEMESTER 1 
HLU : –         HBE : – HLK :  
JULI.2015 JME TGL URAIAN KEGIATAN
Minggu                
Senin                
Selasa                
Rabu                
Kamis                
Jum’at                
Sabtu                
                 
HLU :         HBE : HLK  
AGUSTUS. 2015 JME TGL URAIAN KEGIATAN
Minggu                
Senin                
Selasa                
Rabu                
Kamis                
Jum’at                
Sabtu                

 

HLU : –         HBE : HLK –  
SEPTEMBER. 2015     JME TGL URAIAN KEGIATAN
Minggu                  
Senin                  
Selasa                  
Rabu                  
Kamis                  
Jum’at                  
Sabtu                  

 

HLU :         HBE : HLK :  
OKTOBER. 2015 JML TGL URAIAN KEGIATAN
Minggu                
Senin                
Selasa                
Rabu                
Kamis                
Jum’at                
Sabtu                

 

 

 

HLU :           HBE : HLK  
NOPEMBER. 2015   JME TGL URAIAN KEGIATAN
Minggu                  
Senin                  
Selasa                  
Rabu                  
Kamis                  
Jum’at                  
Sabtu                  

 

 

HLU :         HBE : HLK :  
DESEMBER. 2015      JME TGL URAIAN KEGIATAN
Minggu                  
Senin                  
Selasa                  
Rabu                  
Kamis                  
Jum’at                  
Sabtu                  

 

SEMESTER II
HLU :         HBE : HLK  
JANUARI. 2016 JML TGL URAIAN KEGIATAN
Minggu                
Senin                
Selasa                
Rabu                
Kamis                
Jum’at                
Sabtu                

 

HLU :         HBE : HLK 2  
FEBRUARI 2016 JME TGL URAIAN KEGIATAN
Minggu                
Senin                
Selasa                
Rabu                
Kamis                
Jumat                
Sabtu                

 

 

 

HLU :         HBE : HLK –  
MARET. 2016        JME TGL URAIAN KEGIATAN
Minggu                  
Senin                  
Selasa                  
Rabu                  
Kamis                  
Jum’at                  
Sabtu                  

 

HLU :         HBE : HLK –  
APRIL. 2016 JML TGL URAIAN KEGIATAN
Minggu                
Senin                
Selasa                
Rabu                
Kamis                
Jum’at                
Sabtu                

 

HLU :         HBE : HLK –  
MEI. 2016 JME TGL URAIAN KEGIATAN
Minggu                
Senin                
Selasa                
Rabu                
Kamis                
Jum’at                
Sabtu                

 

HLU : –   HBE : HLK :  
JUNI.2016 JME TGL URAIAN KEGIATAN
Minggu                
Senin                
Selasa                
Rabu                
Kamis                
Jum’at                
Sabtu                

 

NO BULAN / TAHUN T A N G G A L LIBUR MINGGU EFEKTIF JUMLAH
1   3   5   7   9   11   13   15   17   19   21   23   25   #   29   31 MINGGU UMUM KHUSUS SEMES- SEMESTER HARI
  2   4   6   8   10   12   14   16   18   20   22   24   26   28   30   TER 1 2 EFEKTIF
01 JULI 2014           M LKP LKP LKP LKP LKP LKP M LKP LKP LKP LKP LKP LKP M LKP LKP LKP LKP LKP LKP M LHR LHR LHR LHR 5 22
02 AGUSTUS 2014 LHR LHR M LHR LHR M O P D M             M             M             M 4 2 3 18
03 SEPTEMBER 2014             M             M             M             M       4 4 26
04 OKTOBER 2014         M UTS UTS UTS UTS UTS UTS M             M             M           5 1 4 20
05 NOPEMBER 2014   M             M             M             M             M   5 4 25
06 DESEMBER 2014             M US1 US1 US1 US1 US1 US1 M           R1 M LS1 LS1 LS1 LS1 LS1 LS1 M LS1 LS1 LS1 4 3 8 1 11
07 JANUARI 2015 LK LK LHB M             M             M             M             4 1 2 4 24
08 PEBRUARI 2015 M             M             M       LHB     M                   4 1 4 23
09 MARET 2015 M UTS UTS UTS UTS UTS UTS M             M           LHB M             M     4 2 1 3 19
10 APRIL 2015     LHB   M UAS           M             M             M UN SMP   5 3 15
11 MEI 2015 LHB   M             M       LK LHR   M                           M 4 3 4 22
12 JUNI 2015             M US2           M           R2 M LS2 LS2 LS2 LS2 LS2 LS2 M LS2 LS2   4 8 1 11
13 JULI 2015 LS2 LS2 LS2 LS2                                                       2 4  
J u m l a h 52 4 34 20 16 19 214
  3 5

KALENDER PENDIDIKAN TAHUN PELAJARAN 2014 / 2015

KETERANGAN  
  : Akhir Tahun Pelajaran 2012 / 2013 dan Awal Tahun Pelajaran 2013 / 2014
MOPD : Masa Orientasi Peserta Didik LIBUR HARI BESAR
M : Hari Minggu 1 Mei 2015 : Hari Buruh Internasional
LU : Libur Umum 28-29 Juli 2014 : Hari raya Idul Fitri 1435 H 3 Mei 2015 : Hari Raya Waisak 2567
US 1,2 : Ulangan Umum Semester 1,2 17 Agustus 2014 : Hari Kemerdekaan RI 14 Mei 2015 : Kenaikan Isa Almasih
R 1,2 : Pembagian Raport Semester 1,2 5 Oktober 2014 : Hari Raya Idul Adha 1435 H 15 Mei 2015 : Isro Mikraj Nabi Muhammad SAW 1434 H
LK : Libur Khusus 25 Oktober 2014 : Tahun Baru Hijriah 1436 H
UN : Perkiraan Ujian Nasional 25 Desember 2014 : Hari Raya Natal
UAS : Perkiraan Ujian Akhir Sekolah 1 Januari 2015 : Tahun baru masehi 2015 M
UTS 1,2 : Ulangan Tengah Semester 1,2 3 Januari 2015 : Maulid Nabi Muhammad SAW 1435 H  

LKP : Libur Khusus Puasa 19 Februari 2015 : Tahun Baru Imlek
LHB : Libur Hari Besar 21 Maret 2015 : Hari Raya Ntepi ( Tahun barui saka 1937)
LHR : Libur Hari Raya 3 April 2015 : Hari Wafat Isa Lamasih
BEBAN WAKTU TATAP MUKA PELAJARAN
TK / RA : 30 Jam pel/minggu @ 30 menit
SD/MI/SDLB* : Kelas I-III 29-32 jam pel/minggu, kelas IV – VI 34 jam pel/minggu @ 35 menit
SMP/MTS/SMPLB* : 34 jam pel/minggu @ 40 menit
SMA/MAN/SMK/SMALB* : 38-39 jam pel/minggu @ 45 menit
*) untuk SLB waktu dikurangi 5 menit setiap jam tatap muka
Minggu Efektif : Minimum 34 Minggu, Maksimum 38 minggu
Hari Efektif : Minimum 200 hari dan Maksimum 245 hari

BAB V

P E N U T U P

 

Penyusunan Kurikulum sangat diperlukan untuk mengakomodasi semua potensi yang ada di daerah dan di sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMP Negeri 1 Dusun Selatan sebagai Sekolah Standar Nasional dalam bidang akademis maupun non akademis, memelihara budaya daerah, mengikuti perkembangan iptek sehingga meningkatkan iman dan taqwa dan memiliki karakter yang tangguh dalam menghadapi persaingan global.

Kurikulum SMP Negeri 1 Dusun Selatan disusun sebagai upaya mewujudkan visi, misi, dan tujuan yang telah dirumuskan. Penyusunan kurikulum tersebut disusun oleh sekolah dan Komite Sekolah sebagai stakeholder dengan mempertimbangkan aspek kekuatan dan kelemahan yang dimiliki. Dengan demikian semua upaya positif akan dilakukan untuk melaksanakan kurikulum sebagai upaya meraih tujuan pendidikan sekolah dan tujuan pendidikan secara nasional.

Sesuai dengan laju perubahan yang senantiasa dinamis dalam dunia pendidikan, kurikulum SMP Negeri 1 Dusun Selatan masih sangat terbuka untuk memperoleh masukan, saran dan kritik dari berbagai pihak yang berkompeten. Perubahan kurikulum menjadi mutlak dilakukan dengan mempertimbangan potensi dan sumberdaya untuk menyongsong perubahan yang lebih baik dalam dunia pendidikan.

Berkaitan dengan hal tersebut, kritik dan saran konstruktif dari berbagai pihak demi penyempurnaan dan tercapainya pelaksanaan kurikulum di SMP Negeri 1 Dusun Selatan akan menjadi sangat penting bagi terselenggaranya pendidikan yang bermutu.

 

 

 

Buntok,       Oktober 2014

Kepala SMP Negeri 1 Dusun Selatan,

 

 

 

H. SAMSUDIN NOOR, S.Pd

NIP. 19600905 198403 1 014

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN-LAMPIRAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

%d blogger menyukai ini: